Mengenal Covid-19 Delta asal India, Lebih Menular dan Serang Orang yang Sudah Divaksin
berita
Sumberfoto: kompas.com/Shutterstock/angellodeco
20 June 2021 16:00
Watyutink.com - Kasus penularan virus corona atau Covid-19 di Indonesia kembali melonjak. Setelah sempat menurun, jumlah kasus Covid-19 kembali naik setelah momen libur Lebaran pada pertengahan Mei 2021 lalu.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di tanah air didominasi oleh virus corona dari India. Saat memberikan keterangan, Selasa 15 Juni 2021, Budi menyebut virus tersebut adalah varian Delta atau B1617.2. Budi menyebut kasus Covid-19 varian Delta banyak ditemukan, terutama di tiga wilayah, yakni Kudus, Bangkalan, dan Jakarta.

Sayangnya banyak yang belum mengetahui apa dan bagaimana virus corna varian Delta itu. Padahal Covid-19 varian Delta dipastikan sudah masuk Indonesia, khusus ibu kota Jakarta. Beberapa ahli menyebut Covid-19 asal India ini berbeda dengan virus corona sebelumnya yang berasal dari China.

Tahukah Anda, apa dan bagaimana virus corna varian Delta itu?

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangan tertulisnya, Selasa 15 Juni 2021 mengatakan sebenarnya ada tiga varian baru Covid-19 yang masuk Indonesia, terutama Jakarta. Ketiganya adalah varian Delta B1627.2 asal India, varian Beta B1351 asal Afrika Selatan dan varian Alfa dari Inggris. Namun yang paling banyak ditemukan adalah kasus positif Covid-19 varian Delta.

Widyastuti menuturkan varian tersebut sangat merepotkan lantaran mempunyai beragam kemampuan yang tidak dimiliki virus corona sebelumnya. Salah satunya adalah kemampuan penularan yang lebih cepat. Varian Delta juga lebih mematikan dibanding virus corona yang lain.

Virus corna asal India biasanya menular dengan gejala sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek. Terkadang gejala yang ditunjukkan mirip dengan flu biasa, terutama jika yang tertular masih berusia muda. Namun, pada orang tua dan orang-orang yang memiliki komorbid, infeksi ini akan mengakibatkan gejala yang lebih serius sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit. Kormobid adalah penyakit yang sudah diderita seseorang sebelum terinfekasi Covid-19.

Gejala lain yang ditunjukkan Covid-19 varian Delta adalah nyeri lambung dan ulu hati, kehilangan pendengaran dan pembekuan darah.

Gejala Covid-19 varian Delta akan muncul tiga hingga empat hari setelah seseorang tertular virus corona. Gejala ini tidak bisa dianggap sepele. Terlebih saat itu seseorang sudah bisa menularkan virus corona ke orang lain disekitarnya.

Cara penularannya pun bisa terjadi hanya dengan berada dalam ruangan yang sama dengan orang yang telah terinfeksi. Selain itu virus corona varian Delta bisa menggandakan diri hanya dalam waktu empat hingga 11 hari. Itulah sebabnya virus corona varian Delta menyebabkan gejala yang lebih parah sehingga angka pasien yang perlu di rawat di rumah sakit meningkat tajam.

Dikutip dari BBC, Selasa 15 Juni 2021 Covid-19 varian Delta bisa menulari seseorang yang sudah mendapat vaksinasi. Terbukti 70 persen penduduk Inggris yang terkena Covid-19 varian Delta sudah pernah disuntik vaksin. Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock, menyebutkan varian delta menular 60 persen lebih cepat dibanding Covid-19 varian awal.

Penelitian yang dilakukan membuktikan Covid-19 varian Delta mampu menurunkan efektivitas vaksin 15 hingga 20 persen. Hal inilah yang menyebabkan orang yang sudah divaksin masih visa bagi tertular. Jika yang sudah divaksin saja bisa terinfeksi, apalagi yang belum. Orang yang paling berisiko terkena varian delta adalah orang yang yang belum divaksin dan orang yang baru mendapatkan satu dosis vaksin.

Penelitian membuktikan proteksi vaksin terhadap varian baru ini masih sangat terbatas. Data menunjukkan vaksin Pfizer dan Astrazeneca mampu memberikan proteksi. Meskipun tidak sebesar proteksi terhadap Covid-19 varian sebelumnya.

Itulah sebabnya sangat dianjurkan seseorang mengikuti program vaksinasi. Hal ini guna meningkatkan proteksi atau perlindungan dari serangan Covid-19. Selain itu penerapan protokol kesehatan (prokes) wajib dilakukan. Kegiatan 3M, yakni memakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak harus senantiasa dilakukan.

Jika tidak ada kepentingan yang sangat mendesak sebaiknya tidak usah bepergian. Terlebih jika acara yang akan dihadiri menyebabkan kerumunan. Lebih baik tidak datang dari pada kesehatan dan keselamatan kita terancam.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF