Nasi Dingin dan Nasi Panas, Mana yang Lebih Sehat?
berita

31 March 2019 19:00
Watyutink.com - Makan sepiring nasi hangat memang nikmat. Apalagi jika saat menikmatinya cuaca sedang dingin atau hujan. Nasi ngebul dengan lauk ikan goreng dan sambal pasti menggugah selera.

Itulah sebabnya banyak orang memilih makan dengan nasi panas dibanding nasi dingin.

Tapi, tahukah Anda, mana dari kedua nasi tersebut yang lebih sehat?

Sebenarnya kandungan gizi antara nasi dingin dan nasi panas tidak ada bedanya. Namun kondisi berbeda jika melihat kandungan zat gula dalam kedua jenis nasi tersebut.

Dr Marya Warascesaria Haryono Sp. GK, ahli gizi dari Siloam Hospital, Kebun Jeruk, Jakarta mengatakan sebenarnya kandungan kalori pada nasi dingin tak ada bedanya dengan nasi panas. Keduanya mengandung 175 kilo kalori per 100 gram.

Namun diakui bahwa kandungan gula pada nasi dingin lebih rendah dibanding nasi panas. Hal ini membuat nasi dingin dicerna lebih lama dari pada nasi panas. Akibat proses mencerna yang lama, nasi dingin tidak bisa menaikan kadar gula darah dengan cepat.

Dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK ahli gizi dari RS Pondok Indah, Jakarta mengatakan beberapa penelitian membuktikan nasi yang dibiarkan pada suhu ruangan cenderung memiliki indeks glikemik yang rendah dibanding pada nasi panas.

Indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan kadar gula darah dalam karbohidrat. Fakta inilah yang kemudian memunculkan anggapan nasi dingin lebih baik dibandingkan nasi panas, terutama bagi penderita diabetes.

Namun menurut Juwalita pola hidup sehat bukan hanya ditentukan dari makan nasi saja. Tetapi juga asupan gizi seimbang dari nutrisi yang lain, seperti karbohidrat dan protein.

Selain itu disarankan mengkonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan agar kadar gula darah tidak naik dalam waktu singkat.

Olah raga teratur juga harus dilakukan untuk menunjang pola hidup sehat. Namun olah raga jangan dilakukan saat perut kosong. Pasalnya olah raga saat perut kosong bisa meningkatkan glukosa dalam tubuh dengan cepat.

Jika hal ini dibiarkan, kadar gula darah akan drop dengan cepat dan membuat Anda pingsan. Sebaiknya isi perut Anda dengam makanan ringan setidaknya 15 menit sebelum melakukan olahraga.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

Nanang Djamaludin

Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Konsultan Keayahbundaan dan Perlindungan Anak.

FOLLOW US

Tim Teknis Bikin Boros Anggaran Saja             Presiden dan Kapolri Perlu Ambil Sikap Tegas             Fungsi Hutan Tidak Hanya dari Aspek Ekonomi              Kodim Lakukan Pendekatan Pembinaan Teriorial Bukan Pendekatan Operasi Tempur             Lingkungan Baik Ciptakan Anak Sehat             Anak Memiliki Bakat dan Kecerdasan yang Berbeda             Indonesia Bakal Menuai Musibah Electronic Sports             Pemekaran Kodim vis a vis Visi Pertahanan Negara Poros Maritim Dunia             Menggugat Peran Keluarga  Dalam Perlindungan Anak             Anak, Tanggung Jawab Bersama