Pare, Pahit tapi Ampuh Cegah Diabetes dan Kanker
berita

04 September 2019 13:55
Watyutink.com - Ketika mendengar kata pare, yang terbersit dalam pikiran adalah sensasi pahit yang ditimbulkan ketika mengkonsumsinya. Dibalik rasanya yang pahit, pare dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. Tidak salah jika pare dijuluki “makanan super”.

Tahukah Anda khasiat pare ampuh cegah diabetes dan kanker?

Baca Juga

Pare secara umum mengandung vitamin A, vitamin C, kalium, asam folat, beta-karoten, luiten, kaya antioksidan, dan lain-lain. Kandungan-kandungan ini dipercaya mampu mencegah berbagai macam penyakit, terutama kanker dan diabetes.

Menurut National Center of Bioteknology (NCBI) yang berjudul Bitter Melon : a Panacea for Inflammation and Cancer menyatakan, bahwa pare mengandung antioksidan, anti-inflamasi, antikanker, dan nutrisi baik lainnya. Kandungan tersebut sangat baik dalam mencegah pertumbuhan sel kanker. Selain itu dokter asal Amerika Serikat, Frank Shallenberger, M.D. menyatakan kemampuan pare dalam menghancurkan sel kanker mencapai tingkat keberhasilan hingga 90-98 persen.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Asian Pasific Journal of Tropical Disease menemukan bahwa pare memiliki sifat antidiabetes. Bahan aktif seperti charatin, alkaloid, vicine dan peptide dapat memicu aktivitas pelepasan insulin yang lebih baik serta mampu melawan resistensi insulin. Senyawa tersebut mampu mengatur kadar gula yang diserap oleh usus serta merangsang sel otot untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi glikogen.

Untuk mengkonsumsi pare dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi makanan atau dengan dijus. Ibu hamil tidak disarankan untuk mengkonsumsi buah ini. selain itu jika ingin mengkonsumsi suplemen herbal yang mengandung pare harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, karena tidak semua obat herbal aman dikonsumsi.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik