Perpaduan Mie Instan dengan Krupuk, Bisa Picu Obesitas
berita
Mie Instan pluk Krupuk
17 April 2020 08:00
Watyutink.com - Mewabahnya pandemi virus Corona (Covid-19) menyebabkan keharusan untuk menjaga jarak (social distancing/ physical distance) sehingga banyak aktivitas perkantor tutup dan tutup atau setidaknya melakukan perkerjaaan dari rumah (work from home, wfh). Nah, akibat keharusan berdiam di rumah saja ini banyak orang jadi sering makan mie intan, karena selain mengenyangkan juga murah dan mudah memasaknya. Memang enak makan mie instan ditambah krupuk. Gurih kriuk-kriuk, apalagi kalau dimakan saat hangat.

Tahukah Anda, paduan antara mie instan dan krupuk cenderung meningkatkan risiko gangguan metabolisme?

Mie instan diketahui banyak mengandung monosodium glutamat (MSG) dan karbohidrat. Sementara krupuk mengandung kadar lemak yang tinggi. Sebagai ilustrasi mie instan kemasan 85 gram yang banyak dijual di pasar mengandung 460 kalori, 18,8 gram lemak dan 66 gram karbohidrat.  Sedangkan 100 gram kerupuk bawang mengandung sekitar 476 kalori, 18,8 gram lemak dan 66 gram karbohidrat. Bisa dibayangkan jika keduanya digabungkan, berapa jumlah kalori, lemak, dan karbohidrat yang kita konsumsi?

Beragai risiko dapat muncul akibat mengkonsimsi keduanya seperti obesitas dan overweight serta gangguan metabolisme. Akan lebih baik jika menambahkan sayur segar saat memakan mie instan dan tinggalkan krupuk.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila