Sesak Nafas saat Baca Berita Corona, Tak Perlu Takut, Itu Gejala Psikosomatik Normal
berita
.
24 March 2020 17:30
Watyutink.com - Saat ini berita tentang virus corona setiap hari bisa kita baca. Semua media menyajikan laporan tentang virus penyakit yang berawal dari Wuhan, China itu.

Menjadi semakin menarik lantaran virus yang juga bernama Covid-19 itu sudah menjalar ke Indonesia. Bahkan lebih dari 600 orang telah terinfeksi. Hingga Selasa (24/3/2020) 55 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Saat membaca berita tentang virus corona, seringkali tiba-tiba ada perubahan pada tubuh kita. Tenggorokan tiba-tiba gatal dan badan menjadi meriang.

Tahukah Anda mengapa hal itu bisa terjadi?

Phsyciatrist dari Klinik Psikosomatrik dari RS  OMNI, Jakarta, dr Andri, SpKJ, FACLP mengatakan hal itu adalah kondisi normal dan wajar. Menurutnya tubuh yang tiba-tiba meriang, nyeri tenggorokan dan gatal adalah reaksi psikosomatik tubuh yang memang kerap muncul

Melalui akun twitternya @mbahndi, dr Andri mengatakan membaca berita-berita semacam itu memang kerap menimbulkan kecemasan. Hal ini disebabkan amygdala yang bekerja secara berlebihan.

Dalam cuitan yang diunggah pada Minggu (22/3/2020) dr Andri menjelaskan amygdala adalah pusat rasa cemas sekaligus memori pada tubuh manusia. Seringkali amygdala bekerja terlalu aktif hingga kadang tidak sanggup mengatasinya.

Saat bekerja terlalu berat, amygdala akan  mengaktifkan sistem saraf otonom secara berlebihan pula. Akibatkan tubuh akan selalu dalam konsisi fight dan flight atau siap siaga terus menerus. Akibatnya tubuh akan menangkap gejala tersebut dan bereksi untuk siap menghadapi ancaman.

Ada beberapa hal yang bisa dikaitkan dengan gejala psikosomatik. Biasanya gejala  tersebut muncul dan hilang dengan sendirinya. Selain itu gejalanya juga berpindah-pindah.

Namun dr Andri menyarankan jika gejalanya sudah terasa mengganggu, seperti demam tinggi, batuk pilek dan sesak nafas lebih baik segera periksakan diri ke dokter guna mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Terlebih jika gejala tersebut terjadi terus menerus.

Salah satu cara mengurangi gejala psikosomatik tersebut menurut dr Andri adalah dengan mengurangi atau membatasi membaca berita atau informasi terkait virus corona. Sehingga amygdala menjadi tidak terlalu aktif dan mengurangi kecemasan.

Carilah berita-berita atau informasi yang lebih santai dan menyenangkan. Bisa juga dengan mengerjakan hobi atau kegiatan yang juga menyenangkan. Tak lupa dr Andri menyarankan untuk selalu bersikap optimis dan yakin masalah virus corona bisa teratasi.
 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila