Tak Efektif Bunuh Virus, Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh justru Berbahaya
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
01 April 2020 14:05
Watyutink.com - Kesadaran masyarakat akan bahaya penularan virus corona tampaknya sudah sangat baik. Terbukti dengan masyarakat secara swadaya bergotong royong melindungi diri dari paparan virus corona atau Covid-19. Salah satunya dengan gencarnya masyarakat melaksanakan penyemprotan disinfektan guna membunuh virus corona.

Selain itu warga juga banyak membuat bilik atau chamber disinfektan. Meski ada yang secara khusus dibuat oleh produsen alat kesehatan, namun banyak pula bilik disinfektan yang dibuat atas kreativitas warga sendiri.

Fungsi bilik ini kurang lebih sama dengan penyemprotan, yakni membunuh virus. Namun bilik disinfektan lebih dikhususkan untuk menyingkirkan virus yang mungkin menempel di tubuh.

Tapi, tahukah Anda, penyemprotan disinfektan langsung ke tubuh sebenarnya justru berbahay bagi kesehatan?

Dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas dr Frans Abednego Barus, SpP, mengatakan bilik disinfektan sejatinya tidak memberikan manfaat apa-apa bagi tubuh. Menurutnya bilik tersebut tidak bisa secara efektif membunuh virus yang ada di tubuh, apalagi paru-paru.

Bahkan terlalu sering menggunakan bilik disinfektan justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Frans menjelaskan disinfektan berisi cairan kimia yang bisa  menimbulkan batuk dan sesak nafas. Hal ini jika efek disinfektan sampai mengenai paru-paru.

Selain itu penggunaan disinfektan terhadap tubuh secara langsung juga bisa menimbulkan iritasi kulit, seperti kemerahan, gatal bahkan hingga mengelupas. Frans mengatakan, iritasi bisa muncul setelah beberapa hari pemakaian bilik disinfektan. Dalam pemakaian jangka panjang, iritasi kronis bahkan bisa muncul hanya dalam waktu beberapa menit saja.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengungkapkan hal yang sama. Menururnya paparan cairan disinfektan secara berlebihan  bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Terutama pada cairan disinfektan yang berbahan klorin dan alkohol.

Itulah sebabnya, Laksana sangat tidak merekomemdasikan penyemprotan cairan disinfektan langsung ke tubuh, termasuk yang dilakukan di dalam bilik. Laksana menjelaskan chamber disinfektan biasanya dipasang di pintu laboratorium dengan standar biosafety.

Orang yang masuk ke laboratorium biasanya memakai baju pelindung kedap yang seperti baju astronot. Sehingga meski disemprot cairan disinfektan mereka tetap aman. Pasalnya cairan disinfektan tidak akan langsung mengenai tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) Indonesia juga telah memperingatkan publik untuk tidak menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh manusia. Sebab beberapa kandungan dalam larutan disinfektan justru menyimpan risiko kesehatan.

Melalui akun twitter resminya WHO Indonesia menyebut alkohol dan klorin berbahaya bagi selaput lendir seperti mulut dan mata. Selain itu cairan disinfektan juga tidak bisa membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh.

Alkohol dan klorin dalam cairan disinfektan hanya bisa digunakan untuk membunuh virus dan bakteri pada permukaan benda. Itu pun menurut WHO, harus digunakan sesuai petunjuk yang telah ditentukan.

Cara paling efektif untuk menangkal virus corona sejauh ini adalah dengan menjaga jarak atau physical distancing. Sering mencuci tangan menggunakan sabun juga bisa membantu menyingkirkan virus.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila