Traveling ke Desa, Mengapa Tidak?
berita
Foto: yenglish.watyutink.com
25 June 2019 16:00
Watyutink.com - Jika anda senang traveling tentu banyak tujuan wisata yang sudah anda list. Namun saat traveling anda jadikan bukan sekadar hobi, namun terlebih ingin memberikan arti dan makna, Desa bisa menjadi destinasi traveling anda selanjutnya.

Tahukah Anda, bahwa desa juga bisa jadi pilihan untuk berlibur?

Mungkin anda sedikit merasa kaget dan membayangkan bahwa di desa hidup Anda bisa melarat. Mungkin benar, jika tujuan anda adalah untuk bersenang-senang dengan hiruk pikuk dan kemewahan. Di desa Anda akan merasakan kenikmatan dan arti kemewahan yang berbeda, yang selama ini jarang Anda sadari atau bahkan belum. Apa yang bisa Anda dapatkan di sebuah desa terpencil?

Berikut beberapa keuntungan saat anda memutuskan desa sebagai tujuan traveling Anda berikutnya.

Anda dapat menjadi lebih dekat dengan alam.

Saat perjalanan menuju desa Anda akan melihat banyak pemandangan alam, sesampainya di desa tentu akan lebih lagi. Sebuah desa biasanya memang masih lebih asri dibandingkan perkotaan. Beberapa desa belum dialiri listrik, atau memang ada beberapa desa yang memang sengaja tidak memakai listrik dengan alasan untuk melestarikan alam bagi anak cucu mereka. Saat di sana, anda akan banyak berinteraksi dengan manusia bahkan hewan, maka Anda dapat mengenal alam sekitar secara mana.

Memangkas biaya perjalanan Anda.

Traveling biasanya akan menghabiskan sebagian pundi-pundi keuangan Anda. Namun lain halnya jika Anda memilih desa sebagai destinasi. Masyarakat desa akan memberikan anda makanan dan bahkan tempat tinggal secara cuma-cuma, asalkan anda pandai berbaur dengan masyarakat setempat.

Merasakan kehidupan manusia yang sungguh indah dengan balutan kebersamaan.

Masyarakat desa masih berbagi dan berbaur sebagaimana adanya. Mereka bahkan tak segan meminta jika kekurangan dan memberi saat memiliki. Hal sederhana namun menyentuh hati, saat satu keluarga akan makan mereka akan membagikan sebagian lauk pauk mereka ke tetangga sebelahnya. Terkesan tidak perlu, namun tahukah anda dengan demikian mereka jadi memiliki lauk pauk yang beragam.

Menyadari betapa beruntungnya anda.

Mungkin saat sampai di desa, selain rasa kagum akan timbul juga rasa kasihan atau iba dari anda terhadap kehidupan masyarakat desa. Anda mungkin juga akan berpikir ingin membantu, tentu itu hal yang baik saat anda memang berniat baik untuk memajukan masyarakat desa. Anda kemudian patut bersyukur setelah anda menyadari bahwa Anda merupakan salah satu manusia yang beruntung di muka bumi ini.

Anda dapat belajar arti bekerja sama yang sesungguhnya.

Berbagi bagi mereka bukan sekedar karena berlebihan. Saat musim panen dan tanam tiba, biasanya masyarakat Desa akan mengerjakannya bersama-sama. Pekerjaan yang berat tentu akan terasa ringan dan selesainya lebih cepat. Anda semakin sadar bahwa memberi bukan sekedar karena anda telah memiliki harta melimpah.

Menyadari bahwa keberagaman suatu hal yang patut disyukuri.

Desa yang anda kunjungi tentu saja tidak sama dengan suku anda. Di sana anda akan belajar dan memahami bahwa keberagaman pada dasarnya suatu anugerah yang mesti disyukuri. Coba anda bayangkan saat semua suku di muka bumi sama saja, anda tentu tidak menemukan ketertarikan lagi saat bertemu dengan wajah baru.

Beberapa hal diatas tentu dapat Anda jadikan sebagai pertimbangan untuk memilih desa sebagai tujuan traveling Anda berikutnya. Dan tak jarang juga lho desa-desa adat banyak yang dijadikan sebagai tempat wisata. Jadi Anda dapat membawa buah tangan khas desa tersebut saat Anda kembali ke kota. (yed)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan             Blok Masela Jangan Diserahkan Sepenuhnya Kepada Asing             Hendaknya Jangan Berhenti pada Sisi Produksi             Konsumen Kritik Layanan, Seharusnya Dapat Penghargaan             Saatnya Perusahaan Old School Transformasi ke Dunia Digital             Temuan TPF Novel Tidak Fokus