White Coffee, Aman untuk Lambung tapi Bahaya untuk Gula Darah
berita

06 January 2019 17:30
Watyutink.com - Salah satu minuman yang saat ini populer adalah whaite coffee atau kopi putih. Orang-orang yang dulunya bukan peminum kopi, tiba-tiba jadi ‘tergila-gila’ pada white coffee.

Tapi, tahukah Anda apa itu white coffee atau kopi putih? 

Nama White Coffee memang diambil dari biji kopi yang berwarna putih. Meskipun tidak benar-benar putih melainkan pucat kecoklatan. Berbeda dengan biji kopi biasa yang berwarna hitam. Warna putih juga berasal dari susu yang dicampurkan pada white coffee. 

Pada awalnya white coffee dibuat dari biji kopi yang digiling bersama dengan minyak kelapa sawit, margarin, atau minyak zaitun. Setelah digiling, kopi akan diseduh bersama dengan susu kental dan air yang sangat panas. Untuk mendinginkan, biasanya barista akan “menarik” kopi ini sehingga rasanya menyatu dan muncul buih-buih alami. Cara menarik white coffee mirip dengan pembuatan teh tarik atau kopi Aceh.

Untuk mempermudah penyajian, saat ini white coffee dibuah dalam bentuk serbuk atau bubuk instan. Penikmat kopi hanya perlu menyeduhnya dengan air panas. 

Produsen mengklaim white coffee lebih aman untuk lambung karena kandungan kafeinnya lebih sedikit dibandingkan kopi hitam. Seperti diketahui kafein adalah zat yang bisa menimbulkan berbagai masalah pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan penyakit irritable bowel syndrome (IBS).

Dalam proses pembuatan white coffee, biji kopi diolah dengan suhu yang rendah agar kandungan kafein dalam kopi tersisa sedikit. Rasanya pun jadi tidak terlalu asam dan lebih lembut. 

Namun kandungan kafein yang lebih rendah bukan jaminan kopi putih jadi lebih sehat. Perlu diingat, white coffee diolah dengan campuran minyak kelapa sawit, margarin, atau minyak zaitun. Akibatnya white coffee mengandung lemak jenuh dan tak jenuh yang lebih banyak dari kopi hitam. Secangkir white coffee mengandung kira-kira lima gram lemak jenuh dan tujuh gram lemak tak jenuh. Selain itu susu yang ditambahkan juga akan meningkatkan kandungan lemak pada kopi putih. 

Terlebih white coffee yang banyak beredar saat ini adalah kopi bubuk instan yang seringkali ditambahi gula atau pemanis buatan. Kelebihan gula berisiko menyebabkan gangguan metabolisme, nafsu makan sulit dikendalikan, dan naiknya gula darah hingga kencing manis atau diabetes. 

Jadi, batasi konsumsi white coffee hingga paling banyak dua cangkir sehari. Sebaiknya Anda juga memilih produk yang tidak mengandung gula tambahan.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

Nanang Djamaludin

Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Konsultan Keayahbundaan dan Perlindungan Anak.

FOLLOW US

Tim Teknis Bikin Boros Anggaran Saja             Presiden dan Kapolri Perlu Ambil Sikap Tegas             Fungsi Hutan Tidak Hanya dari Aspek Ekonomi              Kodim Lakukan Pendekatan Pembinaan Teriorial Bukan Pendekatan Operasi Tempur             Lingkungan Baik Ciptakan Anak Sehat             Anak Memiliki Bakat dan Kecerdasan yang Berbeda             Indonesia Bakal Menuai Musibah Electronic Sports             Pemekaran Kodim vis a vis Visi Pertahanan Negara Poros Maritim Dunia             Menggugat Peran Keluarga  Dalam Perlindungan Anak             Anak, Tanggung Jawab Bersama