Yuk, Deteksi Dini Kanker Paru-Paru dengan Dua Jari
berita
Deteksi Dini Kanker
30 June 2020 16:20
Watyutink.com – Salah satu penyakit kornis yang paling ditakuti adalah kanker paru-paru. Pasalnya penyakit ini sangat sulit disembuhkan dan kerap berakhir dengan kematian. Kebiasaan merokok dan polusi udara yang cukup parah di Indonesia diyakini membuat penyakit kanker paru-paru bisa menyerang orang Indonesia. Itulah sebabnya penting bagi orang Indonesia melindungi diri dari serangan kanker paru-paru.

Salah satu cara melindungi adalah dengan mendeteksi kemungkinan adanya kanker paru-paru di dalam tubuh kita. Sebagian besar orang mengira tidak mudah mendeteksi adanya kanker paru-paru dalam tubuh. Diperlukan serangkaian tes dan pemeriksaan serta biaya yang tidak murah.

Ternyata untuk medeteski adanya potensi kanker paru-paru bisa dilakukan dengan mudah. Bahkan tanpa mengeluarkan biaya apa pun.

Tahukah Anda, bagaimana cara mendeteksi potensi kanker paru-paru dalam tubuh?

Pakar pengobatan herbal, dr Zaidul Akbar mengatakan untuk mendeteksi adanya potensi kanker paru-paru dalam tubuh bisa dilakukan hanya dengan dua buah jari. Melalui unggahan di akun Instagramnya, Zaidul menerangkan metode deteksi atau tes ini dikenal dengan Schamroth Window Test. Caranya, tempelkan atau gabungkan kedua kuku jari telunjuk, perhatikan celah yang terbentuk.

Jika terjadi celah kecil diantara kedua jari artinya tubuh baik-baik saja dan tidak ada risiko kanker paru-paru. Sebaliknya jika tidak muncuk celah diantara kedua jari, hal itu bisa menjadi pertanda adanya potensi atau risiko kanker paru-paru.

Menukil keterangan dari Emma Norton, perawan ongkologi di Inggris, Zaidul menerangkan penderita kanker paru-paru akan mengalami penumpukan cairan di kuku jari. Hal ini menyebabkan pembengkakan pada jari. Akibatnya ketika kedua jari kanan dan kiri didekatkan, kukunya tidak akan bisa berdekatan.

Penumpukan cairan di kuku jari terjadi dalam beberapa tahap. Dimulai dengan dasar kuku berubah menjadi lembut dan kulit sampingnya berkilau. Selanjutnya kuku jadi melengkung lebih  dari biasanya. Lengkungan akan lebih jelas jika dilihat dari samping.

Sel kanker yang berkembang telah memicu hormon yang menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, termasuk jari tangan. Dalam kasus kanker paru-paru kondisi ini dikenal dengan istilah fingerr clubbing. Selain jari, pembengkakan juga bisa terjadi di area wajah dan bagian tubuh yang lain.

Emma menambahkan Schamroth Window Test sudah sering digunakan oleh tenaga medis profesional. Cancer Research di Inggris mengatakan 87 persen pasien kanker paru-paru terbukti tidak memiliki celah di jari atau bagian atas kuku. Hal ini membuktikan test sederhana ini bisa menjadi metode deteksi dini kanker paru-paru.  

Namun beberapa ahli mengatakan cara tersebut tidak selamanya benar. Bisa saja kuku atau ujung jari mengalami pembengkakan lantara penyebab lain. Namun jika kondisi ini terjadi pada Anda, tidak ada salahnya segera berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya kondisi kedua jari tidak bisa bertemu dan membentuk celah kecil menunjukkan ada gangguan dalam tubuh.

Jika memang hal itu adalah pertanda kanker paru-paru, semakin dini diketahui semakin cepat pula penanganannya. Pengobatannya pun bisa dilakukan dengan lebih baik. Seringkali penderita kanker paru-paru baru memeriksakan diri saat kondisnya sudah mencapai stadium lanjut. Secara umum kanker paru-paru ditandai dengan gejala berupa batuk kronis, batuk berdarah, penurunan berat badan drastis, sesak napas, serta nyeri dada dan tulang.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila