Jabar: PR Besar Buat Gubernur Terpilih
berita
Ekonomika
Sumber Foto : beritadaerah.co.id (gie/watyutink.com) 29 June 2018 19:00
Penulis
Pilkada baru saja usai. Provinsi Jawa Barat akan memiliki gubernur baru. Jabatan yang diperebutkan oleh empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini bukan posisi yang mengenakkan karena banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di bidang ekonomi.

Provinsi Jawa Barat memiliki anugerah kekayaan alam yang luar biasa besar. Mulai dari sumber daya air yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dan pertanian. Produksi padi menempati urutan kedua setelah Jawa Timur. Namun tidak dapat dipungkiri wilayah bagian barat Pulau Jawa ini masih berkutat dengan masalah kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, pendidikan, kesehatan, pertanian, lingkungan, dan birokrasi yang memerlukan reformasi.

Persoalan ekonomi memang menjadi isu seksi yang  diperdebatkan para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam rangkaian kontestasi pilkada yang baru usai. Paslon berlomba-lomba mengambil langkah strategis untuk memajukan Jabar melalui pendekatan ekonomi.

Dengan jumlah penduduk terbanyak dan kekayaan alam yang ada Jawa Barat berpotensi menjadi provinsi termaju, sehingga wilayah ini menjadi sasaran empuk investor menanamkan modalnya. Gubernur harus mengubah potensi yang ada menjadi kekayaan aktual agar potensi yang ada bisa dinikmati oleh warga Jawa Barat.

Pembangunan infrastruktur secara masif pun dilaksanakan dan tidak jarang bertentangan dengan tata ruang. Gubernur akan dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan tata ruang atau menerima begitu saja investor yang menyerbu Jawa Barat. Apakah gubernur berani mengatakan tidak kepada investor yang akan mengubah lahan pertanian daerah-daerah agraris menjadi perumahan, kawasan komersial, atau industri? Apakah gubernur akan bertransaksi dengan investor atau berani menolak lobi-lobi pengusaha?

Meski Jawa Barat berkembang cukup pesat, sebagian rakyatnya masih tinggal di pedesaan. Perlu terobosan untuk memajukan desa agar tersedia lapangan pekerjaan sehingga warga di desa tidak perlu hijrah ke kota. Program pembangunan desa diharapkan mampu memangkas ketimpangan sosial di daerah dan menjadi solusi masifnya urbanisasi mengingat letaknya yang dekat dengan Jakarta.

Kehadiran Bandara Internasional Kertajati di Majalengka menjadi modal tersendiri dalam mengembangkan ekonomi regional Jawa Barat. Bandara ini didukung intermoda darat, laut, dan kereta api. Letaknya strategis karena dekat dengan Pelabuhan Patimban. Akses Jakarta ke bandara juga dimudahkan dengan adanya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), ditambah lagi tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang tengah dibangun.

Selain untuk penumpang dan kargo, Bandara Kertajati juga akan menjadi embarkasi haji untuk masyarakat Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Di kompleks bandara juga akan dikembangkan sebagai aerotropolis, kawasan industri penerbangan seperti industri pembuatan pesawat, industri perawatan dan perbaikan pesawat, dan beberapa industri terkait.

Keberadaan bandara juga mempermudah akses masyarakat di Cirebon dan Sumedang, sehingga akan meningkatkan dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Potensi industri juga besar. Di antaranya Kabupaten Bandung yang menjadi pusat industri tekstil dan teknologi modern.

Dengan modal yang besar, apakah Jawa Barat akan menjadi provinsi termaju di Indonesia? Sektor apa saja yang harus menjadi prioritas pembangunan? Bagaimana memadukan pembanguan pedesaan dengan industrialisasi?

Apa Pendapat Anda? Watyutink?

SHARE ON
OPINI PENALAR
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

UMR di Jawa Barat sudah cukup tinggi sehingga yang cocok di wilayah ini adalah sektor jasa, pariwisata, dan sebagian pertanian.

Kelas menengah di Jawa Barat meningkat cukup signifikan dan membutuhkan jasa yang sesuai dengan kelas sosial mereka. Namun pelayanan yang tersedia belum cukup memenuhi standar hidup mereka, masih tradisional, dan belum dikembangkan sesuai kebutuhan.

Saat ini orang sudah mengarah ke Jawa Barat sebagai alternatif tetapi masyarakat dan birokratnya belum siap menerima wisatawan. Ini menjadi satu pekerjaan rumah dimana pemerintah daerah membuat kebijakan yang memudahkan sektor ini berkembang, mampu menyerap lebih banyak wisatawan.

Di sektor pertanian, pekerjaan rumahnya adalah masih banyaknya usaha yang belum mencapai economy of scale, masih rendah, sehingga petani banyak yang miskin. Tugas pemerintah daerah adalah meningkatkan economy of scale mereka dengan mengaitkan usaha mereka ke perusahaan yang membutuhkan. Selama ini lebih ditekankan kepada supply side yang menekankan pada produksi.

Sekarang perlu diubah dengan mencari demand side seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur. Pemerintah daerah setempat mempertemukan perusahaan yang membutuhkan pasokan produk tertentu dengan para petani yang membudidayakan produk yang diminta. Dengan begitu petani mengalami peningkatan pendapatan.

Berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jalan tol, jangan sampai masyarakat terpinggirkan. Pemerintah Daerah Jawa Barat harus mengupayakan bagaimana pembangunan ini memberdayakan mereka, bukan malah mengenyampingkan mereka. Apalagi dengan adanya pembangunan Bandar Udara Kertajati harus dapat mengembangkan pariwisata sekaligus memperbaiki kehidupan masyarakat Jabar.

Pemerintah Jawa Barat juga harus dapat mengerem urbanisasi karena wilayahnya yang berbatasan dengan Jakarta. Urbanisasi cenderung tinggi karena tidak ada janji yang bisa membuat masyarakat sejahtera di daerahnya. Di samping itu, karena dekat dengan Jakarta, kualitas pelayanan di Jawa Barat  perlu ditingkatkan sekelas dengan Jakarta. Dengan demikian akan banyak investasi di wilayah ini.

Penyelesaikan pekerjaan rumah ini bisa diselesaikan dalam satu periode pemerintahan dan harus menjadi fondasi. Hasilnya mungkin baru bisa dirasakan dalam 5 tahun ke depan dan diteruskan oleh pemerintahan berikutnya. Mungkin ke depan perlu ada aturan bahwa pemerintahan yang baru tidak harus punya visi baru, harus melanjutkan. Kadang pemerintahan baru dengan partai yang berbeda bisa berubah total pendekatan pembangunannya. (sar)

SHARE ON
Linkedin
Google+
Pinterest
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)