Prabowo 'Lantang' di Luar, Kalem Saat Debat Capres (?)
berita
Politika
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com) 19 February 2019 18:00
Penulis
Watyutink.com - Sikap Prabowo dinilai kalem kala Debat Capres Jilid II. Padahal Prabowo dikenal publik sebagai sosok yang lantang dan berapi-api dalam mengkritik berbagai kebijakan pemerintah. Sebagian kalangan menilai Prabowo mampu menguasai emosinya dengan baik selama acara debat berlangsung. Dengan kata lain, Prabowo kini lebih rileks, santai, dan kalem.

Bahkan, ketika Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan ratusan ribu hektar di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah di segmen ketiga, Prabowo tidak reaktif untuk menepis tudingan capres nomor urut 01 itu. Prabowo baru mengklarifikasi di segmen penutup, di mana dirinya menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan tanah negara yang ia kuasai melalui hak guna usaha (HGU).

Sikap Prabowo yang kalem tersebut tentu mengundang tanda tanya. Selama ini capres nomor urut 02 ini acap kali lantang menyalahkan berbagai kebijakan pemerintah, terutama soal pengelolaan ekonomi, di berbagai kesempatan. Pertanyaannya, mengapa pola komunikasi Prabowo kini menjadi “lunak”? Apakah ini merupakan desain politik yang sengaja dimainkan kubu oposisi untuk meraih simpati masyarakat?

Atau, jangan-jangan sikap kalem itu lantaran kehilangan cara meng-counter beberbagai klaim Jokowi? Bukannya kritis sebagaimana ia lantang mengkritik kebijakan pemerintah di depan pendukungnya, Prabowo justru berkali-kali mengapresiasi kinerja pemerintah setelah Jokowi mengklaim sejumlah keberhasilannya di Debat Capres Jilid II. Pada titik ini, Prabowo terkesan hanya “garang” di depan pendukungnya, tapi lunak saat debat.

Meski begitu, bukan tak mungkin pula bahwa sikap lunak Prabowo merupakan strategi politik. Pasalnya, sikap tersebut tak hanya ditunjukan saat Debat Capres Jilid II saja. Jika diselisik, setidaknya gaya Prabowo sudah berubah sejak debat perdana pada 17 Januari 2019. Sejak itu hingga sekarang, capres nomor urut 02 ini terkesan sudah meninggalkan gaya pidato ala “Indonesia Bubar 2030”.

Sikap lunak tersebut tampaknya kondradiktif dengan pernyataan Prabowo pada Oktober 2018. Saat itu, ia mengaku mendapat saran agar tak terlalu “keras” mengkritik pemerintah saat berpidato. Tapi Prabowo menegaskan tak akan menuruti permintaan itu.

Lantas, apakah kini Prabowo sadar gaya pidatonya yang berapi-api tak menguntungkan secara elektoral? Kiranya wajar pertanyaan ini muncul. Sebab, kritik lantang Prabowo terhadap pemerintah kerap menimbulkan citra negatif. Misalnya, dirinya dianggap sebagai sosok tempramental.

Apa pendapat Anda? Watyutink?

SHARE ON
OPINI PENALAR

Sikap Prabowo yang kalem saat Debat Capres Jilidi II bukan strategi untuk meraih simpati masyarakat, tapi karena tidak bisa meng-counter saja. Salah satu buktinya, beberapa kali dia bilang "saya menghargai upaya-upaya pemerintah".

Kalau Prabowo sering kritik pemerintah di luar kan cuma di depan massanya. Kalau kritik Prabowo keliriu di depan audiens (debat capres) itu repot. Mau tidak mau dia harus hati-hati. Apalagi, jika kritik itu tanpa data. Kalau kritik tanpa data yang akurat disampaikan saat debat dan dibantah langsung Jokowi, maka dia akan malu.

Jadi, wajar jika Prabowo akhirnya terima  klaim keberhasilan Jokowi dan mengapresiasinya. Karena kalau dia menyerang seperti saat di depan massanya, nanti begitu ditanya balik Jokowi dia gelagapan. Dan itu akan mempersulit Prabowo jika menyerang tanpa data. Misalnya, soal pembangunan bandara, freeport, dan sebagainya.

Sikap lunak Prabowo yang mengapresiasi usaha-usaha pemerintah pasti akan mempengaruhi persepsi publik bahwa kritik-kritiknya selama ini tidak benar semata. Karena apa yang dilakukan oleh Prabowo, dampaknya ada pada persepsi publik. Ini risikonya. (mry)

SHARE ON
Linkedin
Google+
Pinterest
Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

Pola komunikasi Prabowo memang ada perubahan dalam Debat Capres Jilid II. Dia agak cair, rileks, tenang, dan bisa mengontrol emosinya. Menurut saya, ini bagian dari strategi politik yang mungkin disarankan oleh konsultannya agar Prabowo mengubah gayanya di debat capres yang digelar pada Minggu (17/02/2019) malam itu.

Sikap Prabowo yang kalem itu bisa saja sebagai strategi untuk mendapat simpati pemilih. Tetapi bisa juga sebagai setrategi untuk menutupi ketidakmampuan Prabowo dalam menjawab berbagai persoalan terkait pangan, energi, infrastruktur, lingkungan hidup, dan sumber daya alam.

Terlebih, Prabowo terlihat sekali kurang menguasai masalah sehingga cenderung gagap. Lantaran tidak menguasai masalah, akhirnya membuat suatu pernyataan yang sependapat dengan lawan bicara (Jokowi) untuk menutupi kelemahannya.

Sekali lagi,  Prabowo memang mengalami perubahan sikap yang signifikan di Debat Capres Jilid II. Semula telihat menggebu-gebu, tapi sekarang lebih kalem.

Lalu soal sikap kritis Prabowo yang tidak muncul saat debat, sebenarnya sikap kritis bagi penantang itu penting. Tapi problemnya adalah kritik yang dilakukan oleh Prabowo selama ini seringkali sumir tanpa didukung data. Lantaran kebiasaan mengeluarkan kritik seperti itu, akhirnya Prabowo tidak bisa menyampaikan kritik berbasis data yang akurat di debat capres.

Selain perubahan sikap tersebut, sebenarnya ada beberapa hal yang belum berubah dari Pak Prabowo. Misalnya, terkait dengan kebiasaannya yang kerap menggunakan bahasa-bahasa hiperbola, bombastif, dan kurang artikulatif dalam menyampaikan gagasannya.

Di samping itu, Prabowo lebih sering menyampaikan hal-hal yang bersifat general tanpa dijelaskan secara detile. Salah satunya, seringkali dia mengulang-ulang prinsipnya yang berpegang teguh terhadap Pasal 33 UUD 1945. Padahal publik memerlukan penjelasan secara sistematis dari Pak Prabowo. Demikian pula dengan cara penyampaiannya, Prabowo seringkali menjelaskan gagasannya secara tidak terstruktur.

Selain dijelakan secara detail, mestinya gagasan Prabowo juga harus didukung dengan data-data seperti halnya Jokowi, meskipun data-data yang disampaikan Pak Jokowi ada yang kurang akurat. (mry)

SHARE ON
Linkedin
Google+
Pinterest
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF