Anggaran Kartu Prakerja Bertambah Jadi Rp20 Triliun
berita
Foto: Istimewa
27 January 2021 20:24
Watyutink.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan akan menambah alokasi anggaran program Kartu Prakerja menjadi Rp20 triliun di tahun ini.

"Bapak Presiden (Jokowi) memutuskan program Prakerja dinaikkan dua kali lipat. Jadi, tadinya Rp10 triliun tahun ini, supaya disamakan dengan tahun lalu menjadi Rp20 triliun," ucapnya dalam rapat bersama Komisi XI, Rabu (27/1/2020).

Sebelumnya, dalam UU APBN 2021, anggaran program tersebut ditetapkan sebesar Rp10 triliun. Namun, dengan realokasi dan refocusing anggaran kementerian/lembaga, maka jumlahnya bisa dinaikan dua kali lipat.

Selain program Kartu Prakerja, pemerintah juga akan melanjutkan program stimulus keringanan tarif listrik hingga kuartal II 2020.

Namun, pada periode April hingga Juni, jumlah diskon tarif listrik yang diberikan akan dikurangi setengahnya.

Untuk pelanggan450 VA yang saat ini mendapatkan diskon tarif 100 persen atau gratis, misalnya, akan diturunkan diskon tarifnya menjadi hanya 50 persen.

"Sedangkan yang 900VA, yang sekarang juga mendapat diskon 50 persen nanti diskonnya akan diturunkan menjadi 25 persen," imbuh dia.

Selain itu, ada pula anggaran untuk bantuan kuota internet bagi pelajar dan pengajar. Sebelumnya, dalam UU APBN 2021, anggaran itu belum dialokasikan dalam pagu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

"Jadi, ini (subsidi kuota internet) nanti akan dimasukkan. Kemudian bantuan sosial tunai tambahan dari Rp200 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan juga dilanjutkan," tandasnya.

Lalu, anggarannya dari mana? Apakah pemerintah akan melakukan realokasi lagi? Sejauh mana efektivitas program ini sebenarnya?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI