BNN-Polri-Bea Cukai Tangkap Peredaran 38 Kg Sabu Modus Ship to Ship Jakarta
berita
Sumber : tribunnews.com
23 July 2019 15:40
Watyutink.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polri serta Direktorat Bea dan Cukai mengungkap dan berhasil menangkap pengedar sabu seberat 38Kg di Kalimantan Utara. Pembekukan dilakukan pada Sabtu (20/7/2019),  di Jalan Raya Jelaray Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat mengenai pengiriman narkoba dari Tawau, Malaysia tujuan Samarinda, Kalimantan Timur melalui jalur laut rute Tawau-Sebatik, Tarakan dan Tanjung Selor. Bermodal informasi tersebut tim BNN, Polri dan Bea Cukai Kaltim dan Kaltara melakukan operasi pengawasan bersama di lintas darat Tarakan jalur laut, dan perbatasan Tanjung Selor.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui pada Sabtu dini hari (20/7), telah terjadi pengangkutan dan serah terima narkoba dari kapal ke kapal (ship to ship) di tengah laut perbatasan Indonesia-Malaysia. Kapal penerima langsung bergeser ke arah Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Sementara itu, petugas BNN yang siaga di Tanjung Selor melakukan pemantauan mendapatkan informasi bahwa barang haram tersebut diangkut dengan menggunakan mobil berwarna putih. Selanjutnya, tim BNN dibantu Polres Bulungan bergerak untuk melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil tersebut di Jl Raya Jelaray Tanjung Selor, dan menangkap satu tersangka berinisial AF, sedangkan satu orang lainnya lolos melarikan diri. Hasil penangkapa dari tangan AF, petugas menyita sabu lebih kurang 38 Kg.

Atas perbuatan penyebaran narkoba tersebut, maka tersangka akan dijatuhi maksimal hukuman mati sesuai dengan pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Jika dihitung dengan cermat, penangkapan 38Kg sabu ini setidaknya menyelamatkan lebih dari 190 ribu anak bangsa dari jeratan barang haram tersebut.

Tangkapan banyak berarti keberhasilan, atau malah kegagalan negara memerangi narkoba, ya?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol