BPN Permasalahkan Posisi Ma’ruf Amin di BSM dan BNI Syariah, TKN Sebut Bukan Direksi atau Komisaris
berita
Sumber Foto : news.detik.com
12 June 2019 13:55
Watyutink.com – Pakar hukum tata negara Refly Harun mengatakan jika memang benar calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin menjabat komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maka bisa di diskualifikasi dan pemilu bisa diulang. Namun hal itu menurut Refly harus dibuktikan terlebih dahulu. Hal ini diungkapkan melalui akun twitternya @ReflyHZ.

Sebelumnya anggota Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Denny Indrayana mempermasalahkan posisi Ma’ruf Amin di beberapa BUMN. Denny melihat hal tersebut perlu dituntaskan. Tim Hukum BPN menganggap Ma’ruf telah melanggar UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan pasal 227 huruf P, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal itu dinyatakan seorang calon presiden atau wakil presiden wajib membuat surat pernyataan pengunduran diri bila tercatat sebagai karyawan atau pejabat badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD).

Saat mengajukan bukti perbaikan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (11/6/2019), Ketua Tim Hukum BPN, Bambang Widjojanto menyatakan Ma’ruf Amin telah melakukan maladministrasi saat menjadi calon wakil presiden. Pasalnya Ma’ruf Amin masih menduduk jabatan di Bank Syariah Mandiri  (BSM) dan BNI Syariah.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Arsul Sani mengatakan Ma’ruf Amin tidak melanggar aturan yang ada. Pasalnya BSM dan BNI Syariah bukanlah perusahaan BUMN. Arsul menegaskan kedua perusahaan tersebut adalah anak usaha dari perusahaan BUMN, yakni Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Selain itu posisi Ma’ruf Amin di kedua perusahaan tersebut adalah Dewan Pengawas Syariah (DPS). Arsul menegaskan DPS bukan karyawan, direksi, atau komisaris. Itulah sebabnya Ma’ruf Amin bukan karyawan, direksi, atau komisaris di BSM dan BNI Syariah.

Perang dimulai, bahkan sebelum masuk ruang sidang MK.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FX Sugiyanto, Prof.

Guru Besar Universitas Diponegoro

FOLLOW US

Kematian Petugas KPPS Tidak Ada Yang Aneh             Memerangi Narkoba Tanggung Jawab Semua Pihak             Pendekatan yang 'Teenager Friendly'             Pendampingan Tiga Tungku             Perda Dulu Baru IMB             Kelalaian Negara dalam Misi Kemanusiaan             Kematian Petugas Medis; Pemerintah Harus Berbenah             Daerah Terpencil Sebagai Indikator Keberhasilan             Resiko Petugas Sosial             Kebijakan RI Perbanyak Barang Impor Masuk