Bank Dunia Beri Indonesia Utang Rp7,05 Triliun, Sri Mulyani: Untuk Tangani Bencana
berita
Sumber Foto: Antara Foto/ Puspa Perwitasari
24 January 2021 13:34
Watyutink.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengonfirmasi Bank Dunia telah mengucurkan pinjaman untuk Indonesia sebesar 500 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitat Rp7,05 triliun. Sri Mulyani mengatakan pinjaman kali ini bakal digunakan untuk memperkuat ketahanan fiskal Indonesia. Terutama untuk menghadapi sejumlah bencana alam dan pandemi Covid-19 yang masih terjadi di dalam negeri.

Saat memberikan keterangan resmi, Kamis 21 Januari 2021 Sri Mulyani menyatakan dukungan Bank Dunia akan memudahkan pemerintah memberikan respon yang tepat waktu dan tepat sasaran. Hal ini juga bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana. Pinjaman juga membantu melindungi kemajuan pembangunan Indonesia.

Dalam keterangan tertulis tersebut dinyatakan, bencana akan selalu menjadi ancaman bagi pembangunan Indonesia. Itulah sebabnya selama periode 2014-2018, pemerintah telah mengelontorkan dana 90 juta hingga 500 juta dolar AS untuk tanggap bencana dan pemulihannya. Pada periode yang sama pemerintah daerah diperkirakan mengeluarkan tambahan 250 juta dolar AS. 

Perubahan iklim dan pertumbihan perkotaan menjadikan kebutuhan akan biaya bencana semakin meningkat. Pandemi Covid-19 menjadikan kebutuhan dana semakin meningkat. Respon keuangan terhadap bancana, baik iklim maupun kesehatan menurut Sri Mulyani pada akhirnya membantu melindungi penduduk. Terutama masyarakat miskin dan rentan. 

Menurut Sri Mulyani, mereka cenderung tinggal di daerah berbahaya dan memiliki akses ke layanan dasar. Selain itu masyarakat miskin memiliki akses terbatas ke sumber daya keuangan untuk mengatasi dampaknya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan proyek baru yang diluncurkan pemerintah bakal mendukung Strategi Keuangan dan Asuransi Risiko Bencana Nasional Pemerintah. Fungsinya untuk memperkuat ketahanan fiskal dan keuangan Indonesia melalui Pooling Fund for Disasters.

Bencana dijadikan alasan untuk menambah utang! 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI