Buat Laporan ke Polisi, Korban Keracunan Nasi Kotak PSI Diintimidasi
berita
Dina Minatta dan LBH Jakarta laporkan kasus Nasi Kotak PSI ke Polisi. Sumber Foto : Istimewa/Andrew Tito
27 October 2021 10:00
Watyutink.com - Keluarga korban keracunan nasi kotak Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta Utara mengaku mendapat tindakan intimidasi. Dina Minatta (37 tahun) mengatakan rumahnya didatangi 2 pria yang mengaku dari PSI. Dina adalah orang tua dari balita, Z (5 tahun) dan S (4 tahun) yang saat ini masih dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Saat memberikan keterangan, Rabu 27 Oktober 2021, Dina menuturkan intimidasi terjadi setelah dirinya melaporkan kasus nasi kotak beracun PSI ke polisi.  Dina menceritakan 2 pria yang mendatangi rumahnya menanyakan soal laporan yang dibuat. Dalam percakapan itu diselingi ucapan bernada intimidasi.

Dina mencontohkan ucapan kedua pria itu, "Katanya, 'ibu lapor ke polisi mikir untung rugi nggak?" Dina pun menjawab dirinya bukan pedagang jadi tidak mikir untung rugi. Sempat terjadi perdebatan dalam percakapan dengan 2 pria yang mengaku perwakilan PSI itu. Dina menambahkan, setelah percakapan bernada intimidasi itu sama sekali tidak ada permintaan maaf dari perwakilan PSI yang mendatangi rumahnya.

Sebelumnya pada Selasa 25 Oktober 2021, Dina telah melaporkan kasus nasi kotak beracun PSI. Laporan tersebut sudah teregister dengan Nomor Laporan: LP/B/684/X/2021/SPKT/Polres Metro Jakarta Utara tertanggal 25 Oktober 2021.

Terlapor yang masih dalam penyelidikan, disangkakan melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 80 dan 81 KUHP. Kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 360 KUHP.

Seperti diberitakan, puluhan warga RW 06 Kelurahan Koja, Jakarta Utara terpaksa harus dilarikan ke RSUD Koja. Pasalnya mereka mengalami pusing dan muntah. Diduga warga mengalami keracunan setelah menyantap nasi kotak yang dibagikan PSI.

Ketua RW 06 Suratman mengatakan total ada 35 warga yang muntah-muntah dan pusing setelah mengonsumsi makanan tersebut. Suratman menyebut 24 diantaranya di bawa ke RS dan sisanya hanya dirawat di rumah masing-masing. Saat memberikan keterangan, Senin 25 Oktober 2021, Suratman menuturkan saat ini tersisa 5 orang yang menjalani rawat inap di RSUD Koja.

Menu nasi kotak yang dibagikan adalah  nasi, telur rebus, orek, buncis, dan salad. Nasi itu dikemas dalam kotak bergambar logo PSI.

Bukannya minta maaf kok justru lakukan intimidasi, keterlaluan.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF