CEO Bukalapak Sebut PHK Dilakukan Demi Capai BEP
berita
Sumber Foto : kompas.com
11 September 2019 17:20
Watyutink.com – CEO Bukalapak Achmad Zaky akhirnya buka suara terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa perusahaannya. Zaky tidak menampik kabar ratusan karyawan Bukalapak terpaksa harus diPHK. Zaky menyebut hal ini terpaksa dilakukan lantaran startup e-commerce unicorn itu tengah melakukan restrukturisasi.

Zaky menjelaskan perusahaan yang ditelah dirintisnya sejak 2010 itu ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang berhasil meraik break even point (BEP). Bahkan Zaky menyebut Bukalapak berusaha mendapatkan keuntungan dalam waktu dekat.

Saat memberikan keterangan pada Rabu (11/9/2019), Zaky menyebut PHK dilakukan dengan mempertimbangkan pendapatan Bukalapak sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA/earnings before interest, taxes, depreciation and amortization). Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menambahkan saat ini pihaknya sudah memiliki modal yang cukup untuk meraih EBITDA positif. Zaky berharap rencana tersebut bisa berjalan dengan baik tanpa halangan.

Selain itu restrukturisasi dilakukan demi menjaga kepercayaan para investor, baik lokal maupun luar negeri. Kepercayaan tersebut menurut Zaky penting demi memastikan Bukalapak tetap berkontribusi bagi pergerakan ekonomi, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebelumnya diberitakan, Bukalapak tengah melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya. Selain itu Bukalapak juga telah menutup kantornya di Surabaya dan Medan. Tidak disebutkan berapa jumlah karyawan yang bakal terkena PHK. Saat ini diketahui startup e-commerce yang identik dengan warna merah ini memiliki sekitar 2.500 karyawan.

Restrukturisasi atau karena kalah bersaing dengan e-commerce asing?

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik