GP Ansor Sebut Penyataan Menag Yaqut Tidak Salah dan Tak Perlu Jadi Polemik
berita
Lukman Hakim GP Ansor. Sumber Foto : NUOnline
27 October 2021 07:45
Watyutink.com - Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Luqman Hakim meminta polemik soal pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tidak diperpanjang. Luqman menyebut apa yang disampaikan Yaqut terkait dengan sejarah, seharusnya tidak perlu menjadi polemik. Meski demikian, Luqman memaklumi jika ada pihak-pihal yang kaget dengan pernyataan Yaqut.

Saat memberikan keterangan, Senin 25 Oktober 2021, Luqman menjelaskan tidak ada yang salah dari pernyataan Yaqut mengenai peran Nahdlatul Ulama (NU)
dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Kementerian Agama. Ia pun meminta masyarakat mempelajari kembali peristiwa menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945, terutama dalam rentang waktu Januari-Agustus 1945.

Anggota Fraksi PKB DPR RI ini menilai selama ini telah terjadi manipulasi dokumen sejarah secara besar-besaran. Salah satunya yakni menghilangkan peran pihak tertentu dalam sejarah Indonesia, salah satunya adalah NU. Itulah sebabnya menurut Luqman, saat ada yang mengungkap sejarah dengan obyektif berdasarkan fakta, ada pihak lain yang kaget dan tidak suka.

Sebaliknya Luqman justru memuji Yaqut. Pasalnya selama menjadi menteri telah berhasil memposisikan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai kementerian bagi semua agama. Ia menilai langkah itu tak lepas dari watak asli NU yang selalu menghormati perbedaan dan melindungi minoritas.

Sebelumnya Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membuat pernyataan mengejutkan. Saat memberikan sambutan pada acara Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 yang diadakan Rabithah Ma’ahid al Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu 20 Oktober 2021, Yaqut mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) didirikan bukan untuk umat Islam.

Yaqut menyatakan Kemenang adalah hadiah yang diberikan negara khusus untuk Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu menurut Yaqut sebagai 'kompensasi' dicoretnya 7 kata dalam Piagam Jakarta, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya."

Yaqut menjelaskan yang mengusulkan pencoretan itu adalah juru damai KH Wahab Hasbullah, yang merupakan salah satu pendiri NU. Dari usulan itulah menurut Yaqut akhirnya dibentuklah Kementerian Agama (Kemenag). Pernyataan Yaqut itu sekaligus mengklarifikasi anggaran Kemenag adalah hadiah negara untuk umat Islam.

Ketua umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini menegaskan, anggapan itu tidak tepat. Kemenag  tidak diperuntukkan bagi umat Islam, melainkan spesifik untuk Nahdlatul Ulama (NU). Itulah sebabnya Yaqut menilai wajar jika banyak peluang di Kemenag dimanfaatkan oleh NU.

Apapun yang disampaikan pasti dianggap benar, kan satu organisasi.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF