Gugus Tugas Anggap Enteng Peningkatan Kasus Corona
berita
Sumber Foto : news.detik.com
11 July 2020 13:22
Watyutink.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengaku tidak mempermasalahkan penambahan kasus corona yang kian besar. Pasalnya menurut Doni, angka kematian akibat corona di Indonesia masih tergolong rendah.

Saat memberikan keterangan di Gedung Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2020, Doni menyebut virus corona atau Covid-19 bisa menulari siapa saja. Itulah sebabnya penambahan pasien baru tidak perlu dirisaukan. Mantan Pangdam III Siliwangi ini memandang, yang penting tingkat kematian akibat corona tidak besar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menambahkan pihaknya selalu memonitor bed occupancy ratio rumah sakit. Jika terjadi peningkatan, menurut Doni, barulah pihaknya khawatir. Saat ini bed occupancy masih dibawah 50-60 persen. Meski tetap waspada namu Doni meminta tidak perlu khawatir  berlebihan.

Hingga Jumat, 10 Juli 2020, kasus positif corona di tanah air mencapai 72.347. Hal ini setelah terjadi penambahan kasus baru sebanyak 1.611 orang. Korban meninggal dunia mencapai 3.469 dan pasien  sembuh sebanyak 33.529. Penambahan jumlah kasus baru terbanyak terjadi pada Kamis, 9 Juli 2020, sebanyak 2.657 dalam 24 jam.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Achmad Yurianto mengatakan angka kematian akibat virus corona di Indonesia masih berada di atas rata-rata angka kematian global. Pria yang biasa disapa Yuri ini rata-rata angka kematian secara global adalah 4,47 persen. Sedangkan di Indonesia masih sekitar 5 persen.

Satu nyawa saja warga Indonesia wajib dilindungi, jangan anggap enteng!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila