Hakim Tolak Eksepsi Habil Marati, Terdakwa Kepemilikan Senpi Ilegal dan Peluru Tajam
berita
Sumber foto: merdeka.com
17 October 2019 16:10
Watyutink.com - Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Habil Marati, terdakwa kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam terkait Aksi 22 Mei 2019 lalu.

“Menyatakan keberatan dari terdakwa Habil Marati dan penasihat hukum terdakwa Habil Marati tidak dapat diterima," kata Haryono selaku hakim ketua saat membacakan putusan sela seperti dilansir detik.com, Kamis (17/10/2019).

Lebih lanjut, hakim menilai dakwaan penuntut umum sudah disusun secara cermat dan lengkap, tidak sebagaimana anggapan pihak terdakwa. Selain itu,  dakwaan juga telah menyebutkan secara jelas peran masing-masing pelaku tindak pidana baik yang menyuruh dan membeli senpi serta adanya pemberian uang dari terdakwa.

Kalau sudah begini, harus siap-siap divonis bersalah, nih.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas