KPK Sebut Temukan Fakta Suap Imam Nahrawi juga Dinikmati Pihak Lain
berita
Sumber Foto : news.detik.com
21 September 2019 14:19
Watyutink.com – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pihaknya menduga ada pihak lain yang ikut menikmati uang suap dan gratifikasi yang diterima mentan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi. Febri  menyebut KPK telah memperoleh fakta-fakta yang menguatkan dugaan tersebut.

Meski demikian Febri enggan menjelaskan lebih lanjut siapa pihak lain yang diduga ikut menikmati uang hasil suap dana hibah Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI). Pasalnya hal itu sudah masuk dalam salah satu materi penyidikan. Febri hanya menjelaskan kuat dugaan penerimanya bukan hanya satu orang. Itulah sebabnya KPK bakal terus mendalami peran pihak-pihak tersebut.

Febri menambahkan dalam waktu dekat KPK akan memanggil sejumlah pihak yang dinilai terkait dan mengetahui kasus ini. KPK juga dipastikan akan segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap Imam. Namun Febri belum bisa memastikan kapan jadwal pemeriksaan terhadap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. KPK mewanti-wanti Imam agar kooperatif selama proses hukum berlangsung.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi dalam pengurusan dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) kepada KONI. Turut pula menjadi tersangka dalam kasus ini sisten pribari Imam, Muftahul Ulum.

Saat memberikan keterangannya, Kamis (19/9/2019) Febri menjelaskan total uang suap yang diterima Imam sebesar Rp26,5 miliar. Uang tersebut diterima secara bertahap pada 2014 hingga 2018. Kuat dugaan uang yang diterima Imam adalah commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018.

Pihak-pihak itu sekarang pasti pada sembunyi dan mulai menghapus jejak!

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia