Kemenkes Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Mungkin Sudah Capai 16 Juta
berita
dr Siti Nadia Tarmizi. Sumber Foto : detik.com
25 November 2021 13:30
Watyutink.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menduga jumlah kasus Covid-19 di Indonesia jauh lebih besar dibanding angka yang terkonfirmasi. Artinya jumlah kasus yang sebenarnya ada jauh lebih besar daripada jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan. Hal ini setelah Kemenkes melakukan survei serologi terhadap pendudukan yang terkena virus corona atau Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi saat mengikuti diskusi online atau webinar, Selasa 23 November 2021 menyatakan hasil survei serologi menunjukkan jumlah kasus Covid-19 di tanah air kemungkinan mencapai 16 juta orang.  Nadia menerangkan survei serologi dilakukan untuk mendeteksi antibodi masyarakat terhadap SARS-CoV-2. Survei menggunakan metode seroprevalence dan dilakukan kepada 21.880 sampel yang tersebar di 100 kabupaten/kota pada 34 provinsi.

Nadia menuturkan salah satu hasil seroprevalensi menunjukkan angka prevalensi Covid-19 adalah 14 persen. Sehingga jika jumlah penderita yang dilaporkan sebanyak 4 juta, kemungkinan jumlah sebenarnya bisa 15 juta hingga 16 juta orang atau 4 kali lipat. Berdasarkan catatan Kemenkes, hingga 22 November 2021, kasus Covid-19 di Indonesia tercatat sejumlah 4,24 juta orang.

Khusus di wilayah DKI Jakarta, hampir setengah penduduk ibu kota sudah pernah terinfeksi Covid-19. Jika penduduk DKI Jakarta saat ini mencapai 11,25 juta, artinya sekitar 5,28 juta sudah pernah terpapar virus corona. Pemprov DKI Jakarta mencatat, hingga 22 November 2021, total kasus Covid-19 mencapai 863.482 kasus.

Nadia menuturkan, hasil survey menunjukkan kekebalan komunitas atau herd community masih belum tercapat. Itulah sebabnya  Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes ini mengingatkan pentingnya masyarakat mendapatkan vaksinasi Covid-19 guna meningkatkan anti bodi terhadap virus asal Wuhan, China itu.

Hingga 23 November 2021, baru 90,2 juta penduduk Indonesia yang sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Jumlah tersebut baru 43,3 persen dari target vaksinasi sebanyak 208,2 juta orang. Nadia menerangkan antibodi yang terbentuk dari infeksi alami hanya bisa menurunkan laju penularan, namun tidak menjadi faktor pembentukan kekebalan kelompok.

Sementara itu epidemiolog dari Griffith University, Australia,  Dicky Budiman penyintas atau orang yang pernah tertular Covid-19 tidak memiliki imunitas atau kekebalan tubuh yang konsisten dan kuat. Itulah sebabnya Dicky menyarankan makin banyak masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Terkait survei yang dilakukan Kemenkes, Dicky mengatakan survei dapat menginformasikan berapa banyak orang dalam populasi tertentu yang sebenarnya telah terinfeksi virus corona.

Kalau tidak dijaga jumlahnya bisa jauh lebih besar.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF