Kepala BKPM Jelaskan Dampak Buruk Ekonomi RI Bergantung ke China
berita
Sumber Foto: BKPM
13 July 2020 18:35
Watyutink.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap China harus segera dievaluasi. Pasalnya, ketergantungan tersebut berdampak buruk pada Indonesia.

"Kami lihat kalau di China pertumbuhan ekonominya turun 1 persen itu berdampak 0,3 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucap Bahlil dalam webinar yang digelar INDEF, Senin (13/7/2020).

Di sisi lain, tingginya investasi China ke Indonesia juga mempengaruhi realisasi investasi di kuartal pertama 2020.

BKPM mencatat total realisasi investasi pada Januari-Maret lalu mencapai Rp210 triliun. Dari total investasi itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp98 triliun (46,5 persen) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp112,7 triliun (53,5 persen).

Bahlil berpandangan pandemi Covid-19 perlu mendorong pemerintah untuk menciptakan strategi serta mengevaluasi diri agar tak terlalu ketergantungan dengan Negeri Tirai Bambu.

Selain itu, Bahlil menambahkan selain mengevaluasi ketergantungan terhadap China, Indonesia juga perlu menjaga hubungan baik dengan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Mau sampai kapan kita bergantung?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila