Kerbau Tetangga Dikira Harimau, Enam Petani Minta di Evakuasi
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
09 December 2019 13:02
Watyutink.com – Mengaku telah melihat tujuh ekor harimau, sebanyak enam petani yang sedang membuka kebun cabai di Dusun Mringan, Kecamtan Dempo Selatan, Kota Pagaralam minta dievakusi.

Staff Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA SKW Lahat Wahid menceritakan, para petani mengintip ada segerombolan hewan besar dari jarak 100 meter yang diyakini adalah harimau. Para petanipun memutuskan untuk menelpon pemilik lahan agar dievakuasi karena takut berpepapasan dengan harimau saat menuju pemukiman, Minggu (8/12/2019).

Mendapat laporan itu, tim gabungan antara polisi, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) langsung menyusul ke kebun untuk menjemput para petani yang lokasinya berjarak sekitar tiga kilometer dari batas wilayah hutan lindung atau sekitar satu jam berjalan kaki dari pemukiman.

Baca Juga

Sesampainya di lokasi, pihak BKSDA melakukkan pengecekan terhadap jejak-jejak hewan tersebut. Harimau yang dikira oleh petani tersebut ternyata adalah kerbau lepas milik warga, sebab pada dasarnya harimau merupakan hewan penyendiri yang kecil kemungkinan berkelompok lebih dari tiga ekor.

Meskipun demikian, tim tetap membawa pulang kenam petani tersebut demi keselamatan, karena hutang lindung yang berdekatan dengan kebun tempat mereka bekerja masih termasuk wilayah jelajah harimau, sehingga sangat mungkin untuk dimasuki harimau.

Menurut Wahid, sejak insiden tewasnya dua petani di Lahat dan Pagaralam akibat serangan harimau satu bulan terakhir, membuat warga trauma. “Bahkan saat warga melihat jejak hewan cepat-cepat lapor kepetugas, setelah diperiksa ternyata jejak babi hutan atau anjing. Warga memang agak trauma,” kata wahid.

Sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan semua petani telah keluar dari kawasan hutan. Namun pihaknya terus mengimbau kepada warga untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan di dalam hutan sampai situasi dinyatakan kondusif. Dan bagi para petani yang masih di dalam hutan diminta untuk keluar dan kembali ke pemukiman demi keselamatan.

Bijak hidup berdampingan dengan satwa!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)