Luhut Sebut Hong Kong Ingin Simpan Uang Rp9.520 Triliun di Indonesia
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
17 October 2019 16:30
Watyutink.com – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah Hong Kong berniat menyimpan uang di Indonesia. Hal ini terkait dengan kondisi politik di Hong Kong yang saat ini sedang genting menyusul sejumlah aksi demonstrasi. Luhut menyebut jumlah uang yang akan disimpan di Indonesia terbilang fantastis, 680 miliar dolar AS atau sekitar Rp9.520 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS).

Saat berbicara di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (16/10/2019) Luhut menyatakan Hong Kong lebih memilih Indonesia dibanding Singapura. Padahal negeri tetangga Indonesia itu selama ini dikenal sebagai tempat sejumlah pihak menyimpan uangnya. Luhut berdalih, Hong Kong enggan menyimpan uang di negara yang selama ini menjadi saingan atau kompetitornya.

Mantan Menko Pulhukam ini menyatakan telah berkomunikasi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terkait hal ini. Luhut meminta agar BI bisa menyesuailam tax holding jika pihak Hong Kong benar-benar mewujudkan niatnya. Menurut Luhut, Perry meminta agar rencana tersebut dipastikan terlebih dahulu. Perry juga mewanti-wanti jangan sampai hal ini justru money laundring atau pencucian uang.

Presiden Jokowi menurut Luhut juga sudah mengetahui rencana tersebut. Jokowi menanyakan apakah hal ini menguntungkan atau tidak. Luhut menegaskan keinginan Hong Kong tersebut jelas menguntungkan Indonesia.

Ini simpan uang atau mau kasih pinjaman alias utang?

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas