Minta Maaf Bikin Kegaduhan, Pemilik Anjing Canon Tegaskan Dukungan Wisata Halal Aceh
berita

27 October 2021 11:15
Watyutink.com - Willy, pemilik Kimo Resort, di kawasan wisata Pulau Panjang, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh menyampaikan permohonan maaf. Pasalnya kejadian yang menimpa anjing Canon miliknya menjadi sorotan publik,bahkan menimbulkan kegaduhan. 

Saat memberikan pernyataan, Selasa 26 Oktober 2021, Willy menegaskan dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan razia anjing yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Aceh Singkil, meski berujung pada kematian anjing itu. 

Willy mengatakan, pemindahan anjing tersebut sudah dikomunikasikan oleh pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Singkil. Proses pemindahannya pun menurut Willy sudah atas seizin darinya. 

Jika masih ada pihak yang keberatan dengan kematian anjing canon, Willy menegaskan hal itu bukan dari pihaknya. Pasalnya sejak awal ia mengaku tidak mempersoalkannya. Willy menjelaskan awal mula polemik anjing canon miliknya adalah saat adiknya memposting proses pemindahan anjing itu di akun media sosial @rosayeoh. 

Willy sangat menyesalkan video itu tersebar dan memicu kegaduhan. Terlebih video itu dikaitkan dengan wisata halal yang kini tengah dikembangkan di Aceh. Willy pun meminta semua postingan soal kemat anjing canon miliknya segera dihapus. 

Dalam pernyataannya, Willy juga membantah Kimo Resort miliknya tidak mendukung wisaat halal. Sebaliknya Willy memastikan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan wisata halal, khususnya di Kabupaten Aceh Singkil. 

Sebelumnya pada Sabtu 23 Oktober 2021 Satpol PP Kabupaten Aceh Singkil melakukan razia dan mengevakuasi anjing canon dari kawasan wisata halal di Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Dalam proses pemindahannya anjing tersebut akhirnya mati. 

Sontak video yang merekam proses evakuasi anjing tersebut menjadi viral di media sosial (medsos). Beberapa pesohor tanah air, temasuk para artis turut mengecam aksi yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Aceh Singkil. 

Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani, mengatakan anjing tersebut ditangkap setelah pihaknya menerima surat dari camat setempat terkait pemberlakuan kawasan wisata halal.  Dia mengatakan ada empat anggota Satpol PP yang berangkat ke Pulau Banyak untuk berkoordinasi dengan Muspika setempat.

Sementara itu Camat Pulau Banyak, Mukhlis menerangkan evakuasi anjing itu lantaran pihaknya mendapat keluhan masyarakat. Pasalnya anjing canon tersebut kerap meresahkan. Bahkan menurut Mukhlis sudah 2 orang yang terluka lantaran digigit anjing itu. 

Saat memberikan keterangan, Minggu 24 Oktober 2021, Mukhlis menuturkan, pihak kepala desa sudah beberapa kali memperingatkan pemilik resort agar tidak memelihara anjing. Selain untuk melindungi para wisatawan juga dalam rangka penerapan kawasan wisata halal. 

Yang punya anjing tidak mempersoalkan, kok justru orang lain yang ribut. 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF