PKB dan PDIP Beda Pendapat Terkait Peluang PAN Gabung Koalisi
berita
Sumber Foto : manado.tribunnews.com
23 July 2019 14:20
Watyutink.com – Dua partai pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demkrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berbeda pendapat terkait kemungkinan bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam koalisi. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya tidak keberatan jika PAN ini bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hasto menambahkan KIK terbuka bagi  partai manapun yang ingin bergabung  dan membangun koalisi bersama, temasuk PAN. Terlebih selama ini hubungan antara PDIP dan PAN terjalin dengan baik. Hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan selama ini juga tidak ada masalah.

Saat berbicara di kantor Persatuan Alumni GMNI, Jakarta, Senin (22/7/2019) Hasto mengatakan Zulhas, panggilan Zulkifli Hasan, dalam kapasitas sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) rutin berkomunikasi dengan Megawati.

Sementara itu Anggota Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq, mengaku tak setuju dengan rencana masuknya PAN dalam koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Pasalnya PAN dinilai memiliki sikap yang tidak konsisten dalam politik.

Maman mengatakan pada Pemilu 2014, PAN bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi. Namun pada Pemilu 2019, partai berlambang matahari terbit itu justru mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Maman pun menyarankan PAN tetap berada di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sama seperti sikapnya saat kampanye Pilpres 2019 lalu. Maman menambahkan jika PAN masuk dalam koalisi dikhawatirkan justri akan mengganggu komunikasi politik dalam koalisi.

 Ada yang takut jatahnya berkurang tuh!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol