Panglima TNI Tegaskan Tak Mau Berpolemik Soal Penyusupan Komunis
berita
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sumber Foto : Dok. Puspen TNI
28 September 2021 10:35
Watyutink.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turut berkomentar soal tudingan komunis telah menyusup ke tubuh TNI. Tudingan itu muncul seiring dengan dibongkarnya patung Soeharto, AH Nasution dan Sarwo Edhi Wibowo dari Museum Dharma Bhakti Markas Kostrad.

Hadi mengatakan dihilangkannya patung 3 tokoh penting dalam penumpasan G 30 S/PKI tahun 1965 itu tidak bisa dikaitkan dengan dugaan adanya komunis di TNI. Pasalnya menurut Hadi, isu komunis dalam TNI tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Hadi menegaskan sebuah pernyataan tidak bisa hanya didasarkan pada keberadaan patung di sebuah tempat.

Itulah sebabnya saat memberikan keterangan, Senin 27 September 2021, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) enggan terlibat dalam polemik tersebut. Terlebih menurut Hadi pihak Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sudah mengklarifikasi soal mengapa patung Soeharto AH Nasution dan Sarwo Edhi Wibowo kini sudah tidak lagi terdapat di Museum Dharma Bhakti Kostrad.

Menurut Hadi biarlah institusi terkait yang memberikan penjelasan tentang kejadian tersebut.

Terkait pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo soal adanya penyusupan komunis di tubuh TNI, Hadi menilai hal itu lebih sebagai peringatan. Menurut Hadi, pendahulunya itu sedang mengingatkan para juniornya agar selalu waspada akan masuknya ideologi komunis. Hadi menambahkan, pernyataan Gatot juga sebagai pengingat agar peristiwa kelam di masa Orde Lama (Orla) itu tidak terulang.

Mantan Komandan Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang ini menerangkan TNI selalu mengutamakan faktor mental dan ideologi. Hadi menambahkan TNI telah menjadikan pengawasan terkait ideologi sebagai agenda utama. Bukan saja terhadap radikal kiri, tetapi juga terhadap radikal kanan dan radikal lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo menyebut ada indikasi penyusupan komunis di tubuh TNI. Hal itu terlihat dari dibongkarnya patung Soeharto AH Nasution dan Sarwo Edhi Wibowo dari Museum Dharma Bhakti Kostrad.

Padahal menurut Gatot 3 orang tokoh Angkatan Darat (AD) berperan penting dalam penumpasan G 30 S/PKI. Dalam acara seminar online berjudul 'TNI Vs PKI' Minggu 26 September 2021, Gatot mengaku aneh peran penting ketiganya coba dihapus.

Namun pernyataan Gatot itu sudah dibantah pihak Kostrad. Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen Dudung Abdurachman menjelaskan patung 3 tokoh itu bukan dibongkar tapi diminta kembali oleh pembuatnya, yakni Letjen (Purn) Azmyn Yusri Nasution.

Dudung menerangkan Azmyn merasa berdosa lantaran membuat patung bertentangan dengan keyakinan dan agamanya.

Yang pasti komunis tidak boleh hidup lagi di tanah air.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF