Pelapor Abu Janda Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
berita
Sumber Foto : sindonews.com
07 March 2021 16:33
Watyutink.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasion Pemuda Indonesia (KNPI) memutuskan mencopot Haris Pertama dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Umum. Hal ini setelah DPP KNPI mengadakan rapat pleno di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu, 6 Maret 2021.

Rapat pleno dipimpin oleh Wakil Ketua Umum, Ahmad A Bahri. Saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu 6 Maret 2021, Bahri menyebut Haris telah melanggar AD/ART KNPI, Pasal 23 ART Haris dikatakan telah mengambil keputusan tanpa melalui rapat pleno. Padahal keputusan dan sikap tersebut mengatas namakan KNPI. 

Haris juga dituduh melanggar Pasal 38 AD dan 35 ART KNPI tentang tata kelola keuangan dan harta benda organisasi. Haris dianggap tidak transparan dan akutabel dalam mengelola keuangan KNPI.

Rapat pleno memutuskan menunjuk Mustahuddin sebagai Pelaksana Tetap (Plt) Ketua Umum DPP KNPI 2018-2021. Setelah ditetapkan sebagai Plt Ketua Umum, Mustahuddin langsung meminta Haris tidak lagi memakai atribut dan mengatasnamakan KNPI. 

Sementara itu, Haris Pertama mengaku tidak mempermasalahkan pencopotan dirinya. Menurutnya jabatan Ketua Umum DPP KNPI merupakan amanah. Ia mengaku ikhlas dan tidak akan melakukan perlawanan atau mempertahankan jabatannya. Semuanya dilakukan menurut Haris agar tidak merusak organisasi.

Haris mengklaim telah menjalankan roda organisasinya dengan baik. Ia mengaku telah berhasil merajut komunikasi dengan semua DPD KNPI Provinsi, Kota/Kabupaten serta dengan segenap Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Haris juga mengaku berhasil membawa KNPI hadir di tengah-tengah bencana untuk membantu rakyat.

Jika semua itu dirasa masih kurang, Haris minta maaf. Ia mengaku hanya ingin  membesarkan KNPI agar dicintai rakyat dan pemuda Indonesia. Menurutnya semua ini adalah teguran dari Allah SWT agar dirinya besar dan lebih kuat ke depan. 

Keputusan ini menjadi menarik lantaran Haris adalah orang yang melaporkan Permadi Arya ke Bareskrim Mabes Polri beberapa saat lalu. 

Pegiat media sosial (medsos) yang terkenal dengan nama Abu Janda itu dilaporkan atas dugaan melakukan tindakan rasisme ke mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai. Haris bahkan sempat menyatakan siap mundur sebagai Ketum KNPI jika Abu Janda tidak ditangkap polisi.

Adakah tekanan pihak tertentu dalam keputusan itu?

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI