Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Positif Narkoba
berita
Sumber Foto : merdeka.com
27 September 2021 19:40
Watyutink.com –  Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Komisaris Polisi Jamal Faturakhman menyatakan bahwa hasil tes urine dilakukan, terbukti tersangka pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar positif narkoba.

Meski demikian, untuk akurasi pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan darah tersangka dilakukan Laboratorium Forensik (Labfor). "Hasil tes urine-nya positif narkoba. Untuk tes darahnya masih menunggu dari Labfor," ujarnya, Senin (27/9/2021).

Jamal mengatakan tersangka menjadi pecandu narkoba sejak tahun 2015. Meski demikian, pihaknya masih mendalami dan menyelidiki jenis narkoba apa yang digunakan tersangka. "Pengakuannya gunakan narkoba sejak 2015 sampai sekarang. Kita masih dalami narkoba jenis apa yang dipakai oleh tersangka," ucapnya.

Selain itu, tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan psikologi dan kejiwaan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Untuk itu, dirinya belum bisa berkomentar terkait psikologi tersangka.

"Masih diperiksa di RS Bhayangkara. Nanti kalau sudah ada hasilnya kita akan sampaikan," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Direktur RSKD Dadi Makassar, dr Arman Bausat membenarkan jika KB pernah menjadi pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Berdasarkan pencocokan data, KB pernah dirawat pada awal tahun 2021.

"Iya benar pernah dirawat, setelah kita cocokan identitasnya dan keterangan dari dokter yang pernah merawatnya," ujarnya kepada wartawan di RSKD Dadi Makassar, Minggu (26/9/2021).

Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar Witnu Urip Laksana mengatakan pengungkapan tersangka pembakaran berawal dari keterangan saksi dan rekaman CCTV yang ada di Masjid Raya. Witnu mengatakan pelaku ditangkap pada pukul 14.00 Wita di Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Makassar.

"Dari keterangan saksi dan CCTV berhasil kita identifikasi terduga pelaku yang melakukan pembakaran mimbar. Pukul 14.00 wita kami mendapat informasi bahwa pelaku berada di jalan Tinumbu dan mengamankan pelaku," ujarnya, Sabtu (25/9/2021).

Berdasarkan pemeriksaan, Witnu mengatakan motif tersangka melakukan pembakaran karena sakit hati terhadap petugas keamanan Masjid Raya yang mengusirnya saat sedang beristirahat. Witnu mengaku, tersangka sering beristirahat atau tidur di Masjid Raya Makassar.

Witnu mengatakan dalam kejadian tersebut, sejumlah barang bukti diamankan seperti sajadah yang digunakan tersangka membakar mimbar, Alquran yang terbakar.

Akibat perbuatannya, KB terancam dijerat Pasal 187 ayat 1 dan 2 KUHP. Witnu mengaku pasal tersebut ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Lagian kelakuan kok ajaib gitu? Entar dikatain PKI pula, padahal narkoba. Hehe  

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF