Pemerintah Izinkan Kapal Asing Cari Ikan di Indonesia, Slogan “Tenggelamkan” Bakal Hilang
berita
Sumber Foto : Getty Images
13 August 2020 14:12
Watyutink.com – Kepala Seksi Pengawakan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulfikar mengatakan pihaknya bakal mengizinkan kapal ikan asing memasuki perarian Indonesia. Namun Zulfikar menegaskan, kapal ikan asing tersebut harus memenuhi berbagai persyaratan. Hal itu sesuai dengan aturan dalam hukum internasional State Measures Agreement (PSMA) yang telah diratifikasi oleh Indonesia.

Saat menghadiri sebuah diskusi online, Rabu 12 Agustus 2020, Zulfikar menjelaskan kapal ikan asing harus memberitahukan rencana kedatangannya ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Nantinya pemerintah Indonesia akan memberikan izin dengan memberlakukan beberapa pembatasan, seperti akses, pendaratan, suplai, dan pelayanan.

Zulfikar menambahkan pemerintah hanya membolehkan kapal ikan asing masuk melalui empat pintu. Keempatnya merupakan pelabuhan perikanan samudera (PPS), yakni PPS Nizam Zachman Jakarta, PPS Bumus Padang, PPS Bitung, dan PPS Tanjung Benoa Bali. Petugas syahbandar akan langsung memeriksa dokumen dan kelengkapan persyaratan, setelah kapal ikan asing tiba di pelabuhan.

Jika ada dokumen yang tidak lengkap, syahbandar bisa menolak kedatangan kapal ikan asing itu. Terutama dokumen atau izin resmi yang berlaku untuk melakukan penangkapan ikan. Zulfikar menegaskan, kapal yang tidak bisa menunjukkan dokumen resmi bisa dikatagorikan pelanggaran hukum.

Selain itu, kapal asing juga bakal ditolak masuk pelabuhan jika tidak memberikan konfirmasi berapa lama atau jangka waktu penangkapan ikan. Syahbandar juga bisa menolak jika jangka waktu yang diinformasikan terasa tidak wajar utuk melakukan penangkapan dan pengangkutan ikan. Kapal ikan asinjg juga bakal ditolak jika terindikasi melakukan praktik pencurian ikan seperti yang diatur dalam Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing.

Sebelumnya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta pemerintah bertindak tegas terhadap kapal asing pelaku pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia. Melalui akun twitternya, @susipudjiastuti, pemilik Susi Air itu menyatakan sebagai negara berdaulat, Indonesia harus bisa membedakan antara kapal asing yang harus dihormati dan kapal yang harus ditangkap. Saat mereke investasi, menurut Susi harus dihormati. Tapi saat terbukti mencuri harus ditangkap dan ditenggelamkan.

Nelayan Indonesia bakal bernasib seperti tenaga kerja lokal, hanya jadi penonton di negeri sendiri!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF