Pemerintah Sebut Sebagian Besar Hutan yang Hilang Terjadi di Era Sebelum Jokowi
berita
Ilustrasi-Deforestasi/ Net
27 January 2021 16:32
Watyutink.com - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membantah tudingan selama era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ratusan ribu hektar hutan di Indonesia hilang. KLHK menyatakan sebagaian besar hutan di Indonesia hilang justru di era sebelum Jokowi.

Kepala Biro Humas KLHK, Nunu Anugrah dalam keterangan resminya, Rabu 27 Januari 2021 menyatakan selama 36 tahun terakhir jumlah hutan yang hilang atau lepas seluas lebih dari 6,7 juta hektar. Selama era Jokowi hanya sembilan persen hutan dari jumlah yang lepas.

Sedangkan 91 persen yang lain lepas sebelum Jokowi jadi presiden. Nunu memastikan izin usaha kawasan hutan sebagaian besar dikeluarkan sebelum Siti Nurbaya menjadi Menteri LHK.

Nunu menambahkan pihaknya mencatat sejak 1984 hingga 2020 terdapat 7,3 juta hektare kawasan hutan yang dilepas sepanjang 1984-2020. Seluas 6,7 juta hektare di antaranya terdiri dari746 izin usaha diberikan sebelum Oktober 2014. Artinya menurut Nunu izin tersebut diberikan sebelum pemerintahan Jokowi.

Nunu mengatakan selama era Jokowi dikeluarkan 113 izin dengan luas 600 ribu hektar. Dari jumlah tersebut, 22 izin dengan luas 218 ribu hektare memperoleh persetujuan prinsip pelepasan sepanjang 2012-2014.

Sementara itu hingga Desember 2020 dikeluarkan izin Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas 11,2 juta hektar. Dari jumlah itu hanya 10,7 persen atau 1,2 juta hektar yang dikeluarkan di era Jokowi. Nunu menyebut hampir 590 ribu hektar sebenarnya telah memperoleh persetujuan prinsip dari menteri tahun 2011-2014. Sehingga izin yang dikeluarkan di era Jokowi hanya seluas 610 ribu hektar atau 5,4 persen.

Sementara untuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH), jumlah izin yang dikeluarkan selama era Jokowi hanya 1,6 persen atau 291 ribu hektar. Jumlah itu dari total 18,7 juta hektar yang izinnya dikeluarkan hingga Desember 2020.

Nunu melanjutkan, untuk izin tambang atau Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), hingga 2020 luasnya mencapai 590 ribu hektar. Sebanyak 22 persen atau 131 ribu hektar di antaranya dikeluarkan pada 2015-2020.

Sebelumnya Koordinator Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional Edo Rakhman mengungkapkan sejak Presiden Jokowi memimpin Indonesia hutan seluas 427.952 hektar di Kalimantan hilang. Saat memberikan keterangan, Kamis 21 Januari 2021, Edo mengatakan hutan tersebut beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan pertambang.

Edo menambahkan data yang dihimpun Walhi dari hasil rekapitulasi data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode 2014-2019 terjadi pelepasan kawasan hutan seluas 418.750 hektar dan diubah menjadi lahan pekebunan kelapa sawit. Sedangkan seluar 99 hektar digunakan untuk pabrik kelapa sawit.

Edo menyatakan secara total selama lima tahun pelepasan kawasan hutan di Kalimantan seluas 427.952 hektar. Selain untuk kelapa sawit pelepasan juga digunakan untuk pembangunan bandara, kampus, komoditas karet, pelabuhan, pembangunan pabrik, percetakan lahan pertanian, peternakan, hingga terminal dan gudang.

Kalau sudah ada bencana lempar kesalahan deh!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI