Pengamat Nilai Rebutan Posisi Ketua MPR Hanya Soal Gengsi
berita
Sumber Foto : republika.co.id
22 July 2019 16:45
Watyuting.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyoroti 'pertarungan' beberapa partai politik memperebutkan kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menurut Pangi sebetulnya posisi Ketua MPR tidak terlalu signifikan. Pasalnya fungsi dan peran yang dimainkan MPR tidak maksimal.

Selain itu menurut Pangi, posisi Ketua MPR juga tidak berdampak besar pada Pemilu 2024 yang akan datang. Terbukti dengan mantan Ketua MPR tidak bisa bertarung dalam pemilihan presiden (Pilpres). Pangi menilai posisi Ketua MPR tak lebih hanya untuk menaikkan gengsi parpol saja.

Sementara itu Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan posisi Ketua MPR dianggap menarik karena MPR adalah lembaga kenegaraan. Padahal menurut Adi secara elektoral posisi ketua MPR tidak ada hubungannya dengan Pemilu 2024.

Seperti diketahui beberapa parpol secara terbuka menyatakan mengincar posisi Ketua MPR. Partai Kebangkita Bangsa (PKB), Partai Golkar, dan Partai Nasdem bernafsu menempatkan kadernya menduduki posisi tersebut. Belakangan Partai Gerindra pun menyatakan hal serupa. 

Tapi kan yang bisa menurunkan presiden adalah MPR!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol