Prabowo Diam Kapal China Masuk Indonesia, Pengamat: Indonesia Lemah
berita
Sumber foto : grid.id
22 January 2021 11:18
Watyutink.com - Peristiwa masukknya kapal survei milik China di kawasan Selat Sunda, Rabu 13 Januari 2021 mengundang sorotan sejumlah pihak. Terutama lantaran belum ada tindakan pemerintah atas insiden tersebut. Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto juga terlihat tidak mengambil sikap atas temuan Badan Keamanan Laut (Bakamla) itu.

Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Andi Yusran mengatakan sikap diam pemerintah dan Prabowo menunjukkan Indonesia dalam posisi lemah. Pemerintah terlihat sangat berhati-hati saat berhadapan dengan China.

Saat memberikan komentar, Kamis 21 Januari 2021, Andi menduga hal itu terkait dengan kepentingan China. Padahal seharusnya Prabowo segera mengambil sikap tegas atas insiden masuknya kapal China hingga perairan Selat Sunda. Andi menegaskan kejadian ini ada indikasi pelanggaran kedaulatan negara.

Seharusnya menurut Andi, Kemhan bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melayangkan nota protes ke pemerintah China. Setidaknya Kemlu memanggila Duta Besar (Dubes) China di Jakarta.

Andi menambahkan bisa jadi pemerintah China memang sengaja menguji Indonesia. Negeri Tirai Bambu itu sengaja memasukkan kapalnya untuk melihat reaksi pemerintah Indonesia. Tidak adanya reaksi menunjukkan pemerintah Indonesia memang dalam posisi lemah. Hal ini bisa menjadi preseden buruk dalam penegakan kedaulatan negara di kemudian hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu 13 Januari 2021 malam kapal milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) berhasil mencegat kapal survei milik China di perairan Selat Sunda. Kabag Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita dalam keterangan tertulisnya, Kamis 14 Januari 2021 menjelaskan pencegatan bermula saat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla melaporkan keberadaan kapal mencurigakan di wilayah tersebut.

Hasil pantauan Bakamla kapal yang dicegat berjenis kapal survei/research vessel Xiang Yang Hong 03 berbendera China. Kapal asing itu melaju dengan kecepatan 10,9 Knots dan tengah menuju ke Barat Laut. Bakamla pun menugaskan KN Pulau Nipah 321 melakukan pencegatan.

Wisnu menambahkan, KN Pulau Nipah selanjutnya membayangi kapal survei China hingga keluar dari (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Sayangnya KN Pulau Nipah tidak bisa melakukan pemeriksaan secara lebih detail akibat cuaca buruk.

Apa karena terlalu banyak utang ke China sampai tidak berani bertindak?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI