Sebut Ajakan Demo 22 Mei Hanya Tipuan, Hendropriyono Siapkan Ratusan Anjing Terlatih
berita
Sumber Foto : riau24.com
20 May 2019 11:35
Watyutinki.com – Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengaku bersedia meminjamkan ratusan anjing miliknya untuk menghalau para demonstran dan provokator. Termasuk untuk menghadapi peserta aksi demonstrasi pada 22 Mei 2019 di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPU).

Sebagai bentuk keseriusannya, pada Sabtu (18/5/2019) Hendro, sapaan AM Hendropriyono, mendemonstrasikan sekitar 150 anjing impor berbaga jenis, seperti doberman, belgian dan german shepherd. Pada kegiatan yang dilangsungkan di rumah Hendro, di kawasan Senayan, Jakarta ini, anjing-anjing itu memperagakan beberapa aksi, antara lain menghadang pencuri hingga menghalau demonstrasi.

Mantan Pandam Jaya ini mengatakan, anjing-anjing tersebut diketahui memiliki IQ dan kecercasan tinggi. Itulah sebabnya anjing-anjing itu sangat tepat dipekerjakan untuk mengamankan tempat-tempat yang dirasa rawan.

Terkait rencana aksi pada Rabu (22/5/2019), Hendro mengatakan pemerintah sudah melakukan berbagai langkah antisipasi. Ia yakin tidak akan terjadi hal serius. Pasalnya aparat TNI dan Polri sudah berbuat maksimal dalam melakukan pencegahan. Termasuk ‘mengambil’ para provokatornya.

Mantan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini, menjelaskan demonstrasi dan menyampaikan pendapat memang diperbolehkan, selama semua dalam koridor hukum.

Untuk itu Hendro meminta masyarakat tidak terpancing provokasi dari elite kubu Prabowo - Sandiaga untuk melakukan aksi pada 22 Mei 2019. Menurut Hendro, provokasi itu hanya tipuan belaka. Ia menyebut  para elite kubu 02 akan kabur ke luar negeri. Saat suasana sudah kondusif barulah mereka akan kembali ke tanah air.

Apakah perbuatan menakut-nakuti rakyat dengan mengerahkan anjing sesuai dengan aturan hukum?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FX Sugiyanto, Prof.

Guru Besar Universitas Diponegoro

FOLLOW US

Kematian Petugas KPPS Tidak Ada Yang Aneh             Memerangi Narkoba Tanggung Jawab Semua Pihak             Pendekatan yang 'Teenager Friendly'             Pendampingan Tiga Tungku             Perda Dulu Baru IMB             Kelalaian Negara dalam Misi Kemanusiaan             Kematian Petugas Medis; Pemerintah Harus Berbenah             Daerah Terpencil Sebagai Indikator Keberhasilan             Resiko Petugas Sosial             Kebijakan RI Perbanyak Barang Impor Masuk