UU KPK Baru Bakal Singkirkan Novel Baswedan
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
21 September 2019 12:38
Watyutink.com – Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang baru disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diramalkan bakal menyingkirkan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Pasalnya pada Pasal 45A ayat 1 UU KPK mensyaratkan penyidik harus sehat jasmani dan rohani. Padahal dalam ketentuan sebelumnya, syarat tersebut hanya untuk pimpinan, hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, dan hakim ad hoc Mahkamah Agung.

Seperti diketahui, setelah mengalami tindakan penyiraman air keras dua tahun lalu, penglihatan Novel mengalami gangguan. Mata sebelah kirinya bahkan cacat permanen. Sayangnya usaha mengungkap kasus ini tak jelas kelanjutannya. Kepolisian hanya berjanji menyelesaikannya tapi tak kunjung ada hasilnya.

Beberapa pihak menilai aturan ini untuk menyingkirkan penyidik senior Novel Baswedan. Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo bahkan menyebut pasal dalam UU KPK membuktikan betapa saudara sepupu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan itu sangat ditakuti. Pasalnya sepak terjang Novel dalam memberantas korupsi menurut Adnan sangat mengerikan.

Adnan menontohkan beberapa kasus besar yang ditangani Novel, seperti kasus korupsi simulator SIM yang melibatkan Irjen Djoko Susilo, suap yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).

Saat berbicara pada Kamis (19/9/2019) Adnan menyebut syarat-syarat sehat jasmani dan rohani adalah hal yang tidak penting untuk diatur dalam UU KPK. Hal ini juga bertentangan dengan prinsip menghormati penyandang disabilitas. Seharusnya penyandang disabilitas diberikan hak yang sama dalam membangun bangsa.

Novel Baswedan diketahui telah bergabung dengan KPK sejak 2014. Masa jabatan penyidik KPK sebenarnya hanya empat tahun, namun bisa diperjanjang enam tahun dan bisa siperpanjang sebanyak dua kali. Mengacu pada aturan itu, masa jabatan Novel akan berakhir pada 2024. Namun aturan ini sepertinya bakal menjadi pintu keluar bagi Novel dari lembaga anti rasuah itu.

Inikah penghargaan yang diberikan atas dedikasi Novel kepada KPK, bahkan sampai harus kehilangan mata kirinya?

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia