Usai Serangan Saudi Amraco, AS Akan Tambah Pasukan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab
berita
tempo
21 September 2019 11:28
Watyutink.com – Mark Esper, Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS)  mengatakan akan mengirimkan pasukan tambahan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk memenuhi permintaan Arab Saudi yang mengalami serangan di fasilitas kilang minyak terbesar pada akhir pekan lalu.

Akibat serangan pesawat nirawak tersebut, memangkas lima persen produksi minyak dunia.

Serangan drone diketahui dilakukan oleh oleh kelompok pemberontak Yaman, Houthi meskipun AS tetap menuduh Iran sebagai pelaku.

Lebih lanjut, Menhan Esper menjelaskan bahwa Presiden AS, Donald Trump telah setujui penempatan pasukan yang nantinya bersifat defensif dan fokus utamanya pada pertahanan udara dan rudal.

Jumlah pasukan 'moderat' ini tak sampai mencapai 1.000 personil. Dan sejauh ini belum ada pernyataan resmi terkait jumlah dan alutsista yang akan digunakan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo akan membentuk koalisi baru buat membendung ancaman Iran. Negara- negara seperti, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Inggris, dan Bahrain sudah menyatakan setuju masuk dalam koalisi tersebut.

Meski demikian, beberapa negara lain di Uni Eropa dan juga Irak sudah menyatakan enggan bergabung koalisi karena justru akan memicu ketegangan lebih lanjut.

Sepertinya koalisi ini akan terus berlanjut tegang, dan apakah ini merupakan skenario untuk menaikkan harga minyak dunia?

Tetaplah kritis membaca berita! (oct)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia