Usut Korupsi Bansos, KPK Periksa Politisi PDIP Ihsan Yunus
berita
Sumber Foto : suara.com
27 January 2021 14:50
Watyutink.com - Pelaksana Tugas Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan tim penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap politisi PDIP Ihsan Yunus pada Rabu 27 Januari 2021. Pemeriksaan ini terkait dengan upaya KPK mengusut kasus korupsi bantuan sosial (bansos) yang melibatkan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

Saat memberikan keterangan Rabu 27 Januari 2021 Ali menjelaskan Ihsan akan diminta keterangan seputar kasus dugaan suap pengadaan bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kemensos tahun anggaran 2020. Ihsan menurut Ali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Adi Wahyono, pejabat pembuat komitmen Kementerian Sosial (Kemensos)

Namun Ali enggan menjelaskan lebih  rinci apa saja yang akan digali penyidik dari  anggota Komisi II DPR itu.

Sebelumnya tim penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di rumah orang tua Ihsan di kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Selasa 12 Januari 2021 lalu.  Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita alat komunikasi dan beberapa dokumen terkait bansos Covid-19.

Ali menambahkan, penyidik KPK juga telah memeriksa pengusaha Muhammad Rakyan Ikram pada Kamis, 14 Januari 2021. Pasalnya perusahaan milik adik dari Ihsan Yunus itu diduga ikut menjadi rekanan pengadaan bansos Covid-19.

Sebelumnya dalam tulisan di Koran Tempo disebutkan dua politisi PDIP diduga terkait dengan kasus korupsi bansos. Keduanya adalah Herman Herry dan Ihsan Yunus.

Laporan Koran Tempo menyebut Herman dan Ihsan mendapat jatah 1,3 juta paket bansos. Jatah itu dibagikan kepada perusahaan yang terafiliasi dengan keduanya dengan pembagian, 1 juta paket bansos untuk Herman. Sisanya untuk perusahaan yang terafiliasi dengan Ihsan.

Hasil penyelidikan KPK, Juliari menerima fee Rp10 ribu setiap paket bansos yang bernilai Rp300 ribu. Namun jatah paket bansos yang diterima Herman dan Ihsan tidak dipotong. Menurut Koran Tempa hal ini lantaran ada peran ‘madam.’ KPK berjanji akan membongkar siapa sosok 'madam' dalam kasus ini.

Usut tuntas termasuk kemungkinan keterlibatan partai politik!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI