Waduh! Harga Pupuk Subsidi Naik
berita
Sumber Foto : jawapos.com
20 January 2021 13:25
Watyutink.com – Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan)  Sarwo Edhy mengungkapkan salah satu penyebab Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi naik yakni penurunan anggaran subsidi pupuk tahun anggaran 2021.

"Dasarnya adalah adanya penurunan anggaran 2021 sebanyak lebih kurang Rp4,6 triliun," kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV, Rabu (20/1/2021).

Dalam Permentan tersebut, harga pupuk bersubsidi menanjak. Misalnya HET pupuk urea meningkat Rp450 per kg dari Rp1.800 per kg menjadi Rp2.250 per kg. Lalu, HET pupuk SP-36 naik Rp400 per kg menjadi Rp2.400 per kg dan HET pupuk ZA naik Rp300 menjadi Rp1.700 per kg.

Pagu indikatif subsidi pupuk pada 2021 sebesar Rp25,27 triliun dengan volume 7,2 juta ton. Jumlah ini turun penurunan dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp29,76 triliun dengan volume 8,9 juta ton.

Selain itu, kenaikan harga pupuk subsidi juga berdasarkan usulan petani melalui Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Kenaikan harga ini merupakan salah satu upaya Kementan menutup kekurangan anggaran pupuk bersubsidi tahun ini. Kementan mencatat kekurangan anggaran untuk alokasi pupuk bersubsidi secara rata-rata mencapai Rp7,3 triliun.

Selain kenaikan harga, Kementan melakukan dua strategi lainnya dalam mengoptimalkan anggaran subsidi pupuk tahun ini. Meliputi, menurunkan harga pokok produksi (HPP) dan mengubah formula pupuk NPK.

"Dari kenaikan HET kisaran Rp300 per kg sampai Rp450 per kg, itu kami mendapatkan efisiensi dana Rp2,57 triliun," paparnya.

Harga jual naik tidak? Bagaimana nasib petani kalau pupuk mahal, sedangkan penjualan anjlok?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI